Ilustrasi. (Foto: MI/Lina Herlina)
Ilustrasi. (Foto: MI/Lina Herlina)

Stok Air Bersih BPBD Kudus Menipis

Nasional kekeringan krisis air bersih
Rhobi Shani • 03 Oktober 2019 19:10
Kudus: Permintaan air bersih dari sejumlah desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus meningkat. Stok air bersih yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, untuk menanggulangi kekeringan pun kian menipis.
 
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan, sekitar 15 desa telah mendapatkan bantuan air bersih. Total air bersih yang didistribusikan sebanyak 222 tangki atau setara 1.038.000 liter.
 
Ia memerinci desa yang telah disuplai air bersih yaitu Desa Kedungdowo, Setrokalangan, Mijen, Kaliwungu, Gamong, dan Sidorekso di Kecamatan Kaliwungu. Sedangkan untuk kecamatan Undaan yaitu Desa Terangmas, Lambangan, Glagah Waru, Kutuk, Larikrejo, dan Wates.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk wilayah Kecamatan Jekulo yaitu Desa Bulung Cangkring dan Bulung Kulon, di Kecamatan Mejobo yaitu Desa Kesambi,” terang Bergas, Kamis, 3 Oktober 2019.
 
Guna menanggulangi kekeringan di Kota Kretek, BPBD Kabupaten Kudus mendapatkan alokasi anggaran Rp50 juta. Jika dikonversi dalam bentuk air bersih, BPBD mendapatkan 280 tangki.
 
“Suplai air bersih sudah 222 tangki, berarti masih ada sisa sedikit. Tapi masih aman karena masih ada pihak-pihak yang membantu mendistribusikan air bersih ke masyarakat. Seperti PMI, PDAM, dan CSR,” kata Bergas.
 
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, hampir setiap tahun terjadi permintaan air bersih melebihi kapasitas stok yang dimiliki BPBD. Pada 2016 ada permintaan air bersih sampai 600 tangki. Kemudian pada 2017 ada 500 tangki dan 2018 terdapat 600 tangki.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif