Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Jateng, Sugeng Riyanto. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Jateng, Sugeng Riyanto. (Foto: Medcom.id/Mustholih)

1,6 Juta Penduduk Jateng Belum Cetak KTP-el

Mustholih • 22 Januari 2020 13:46
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta warganya segera mencetak kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jateng mencatat sekitar 1,6 juta penduduk belum memiliki KTP-el.
 
"Mereka hanya memegang suket (surat keterangan). Kita harapkan yang bersangkutan datang ke Dukcapil setempat untuk bisa dicetak," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Jateng, Sugeng Riyanto, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Sugeng membantah ada kelangkaan blangko KTP-el di Jateng. Meski stok blangko tidak sebanding dengan jumlah penduduk pemegang suket, Sugeng menegaskan warga masih bisa menerima KTP-el.

"Karena blangko yang tersedia ada 247 ribu keping. Sementara yang baru dicetak 46 ribu keping," lanjut dia.
 
Menurut Sugeng, wewenang pencetakan KTP-el hanya berada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kelurahan sudah tidak lagi melakukan pencetakan KTP-el bagi warga.
 
"Syarat warga yang ingin mencetak KTP cukup membawa kartu keluarga (KK). Akan kita layani. Tapi ingat, harus mengantre," jelas dia.
 
Karena kebijakan satu pintu ini, Sugeng mengakui antrean warga yang ingin mencetak KTP-el menjadi lebih panjang. 
 
"Daftar antrean bervariasi di masing-masih daerah. Tapi rata-rata per hari 200-an orang," jelas Sugeng.
 
Ia menambahkan Kabupaten Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kota Semarang termasuk daerah di Jateng yang memiliki daftar antrean paling panjang dalam pencetakan KTP-el.
 
Perihal blangko yang belum sepadan dengan jumlah warga yang belum memiliki KTP-el, Sugeng berharap Pemerintah Pusat bisa memberikan perhatian khusus.
 
"Agar setiap saat ada penambahan. Saya tidak ragu-ragu setiap minggu ke Jakarta untuk mengambil blangko tambahan," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>