Polisi menunjukan dua pelaku penambangan dan barang bukti alat berat di Gunungkidul, Jumat, 7 Februari 2020. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Polisi menunjukan dua pelaku penambangan dan barang bukti alat berat di Gunungkidul, Jumat, 7 Februari 2020. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Polisi Tangkap Penambang Ilegal yang Beroperasi 16 Tahun

Nasional tambang ilegal
Ahmad Mustaqim • 07 Februari 2020 19:41
Gunungkidul: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap sejumlah penambangan batu karst ilegal di Kabupaten Gunungkidul. Aktivitas penambangan itu telah berlangsung selama 16 tahun di Jalan Wonosari-Bedoyo Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong.
 
Dua orang yang ditangkap yakni SS, 63, warga Desa Bedoyo, Ponjong, dan PPT, 57, warga Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Polisi tak menyebut nama perusahaan yang jadi tempat bernaung keduanya. Namun kepolisian menyebut aktivitas penambangan itu sempat memiliki izin namun tidak diperpanjang.
 
"Izinnya sudah kedaluarsa 16 tahun lalu. Jadi kami lakukan penangkapan," kata Kasubdit IV Pidana Tertentu Direktorat Reseserse Kriminal Khusus Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Qori Oktohandoko, di Gunungkidul, Jumat, 7 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Qori mengatakan dalam sehari aktivitas penambangan bisa mengeruk batuan karst hingga 30 truk. Harga satu truk batu karst itu dijual Rp300 ribu. "Hasil penambangannya ada yang diapakai sendiri. Selain itu ada yang dijual ke perusahaan lain. Ini masih kita kembangkan," jelas Qori.
 
Saat ini aktivitas penambang di lokasi tersebut dihentikan total. Sejumlah alat seperti dua unit truk, dan dua alat berat juga turut disita aparat. Kedua orang yang jadi tersangka kini masih dalam proses kepolisian.
 
Kepolisian menjerat keduanya dengan Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Mineral Batu Bara dan/atau Pasal 161 junto Pasal 55 KUHP. “Ancamannya kurungan maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” ujarnya.
 
Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nur W menambahkan, pihaknya kaan berupaya membantu Polda DIY mengungkap sejuml;ah aktor penambangan ilegal. Menurut dia, ada sejumlah oknum yang memanfaatkan situasi.
 
"Saya tegaskan, tidak ada yang namanya polisi minta-minta karena pengungkapan ini murni penegakan hukum," ucap Enny.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif