Nasi Kapau Kedai Pak Ciman
Nasi Kapau Kedai Pak Ciman

Cerita Ivan, Penjual Ribuan Piring Nasi Kapau

Medcom • 28 Februari 2020 18:00
Jakarta: Bisnis kuliner sungguh renyah saat ini. Itulah yang dilakoni Ivan Fadila yang membuka Nasi Kapau Kedai Pak Ciman di Ibu Kota.
 
Nasi Kapau adalah nasi ramas khas nagari Kapau, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Untuk menarik konsumen, Ivan menyajikannya dengan konsep modern.
 
Ivan bercerita membuka kedai pertama di Bintaro Avenue, Tangerang Selatan, Banten pada 2017. Karena menyajikan khas nasi Kapau dimodifikasi lebih modern membuat konsumen betah dan kembali lagi.
 
Senin-Jumat sekitar 500-1000 piring terjual. Pada Sabtu-Minggu tembus 2000 piring. Harga satu porsinya dengan satu lauk dan minum mulai dari Rp25 ribu.
 
Di Kedai Pak Ciman, deretan menu masakannya disusun dengan wadah tanah liat hingga wadah stainless steel. Ada ikan bakar, telur balado, ayam bakar, perkedel, gulai jengkol, gulai kepala ikan, gulai tunjang hingga tambusu.
 
Untuk memilih menu pembeli bisa menunjuk dan nanti diambil pelayan dengan centong berlengan panjang.
 
Ivan mengaku sudah membuka empat kedai. Selain Bintaro yakni di Bandara Sukarno-Hatta, Daan Mogot dan Pantai Indah Kapuk. Di Pantai Indah Kapuk ini baru saja buka Jumat 29 Februari 2020.
 
Menurutnya, restonya laris karena rasa yang masuk ke semua kalangan juga karena harga yang terjangkau. Juga karena tempat yang nyaman. Di Pantai Indah Kapuk misalnya. Resto didisain bergaya industrial yang lagi gandrung saat ini.
 
"Harga kami terjangkau, plus rasa dan tempat yang berkelas. Makanya, setiap kami buka kedai baru jumlah kursi selalu kami tambah. Di PIK bisa menampung 100 tamu dalam satu waktu," ujarnya.
 
Ivan mengatakan menu khas yang dicari pembeli ialah telur dadar. Menu ini dibuat dari campuran telur ayam dan telur bebek. Selain rasanya yang enak, yakni pembuatanya.
 
Dapur untuk membuat telur ini sengaja dibuka sehingga pembeli bisa melihat langsung. "Dulu cara masak telur dadar kami viral makanya menu ini paling dicari. Saking viralnya sekarang jadi banyak ditiru. Makanya, kami terus menciptakan menu yang unik," katanya.
 
Ivan juga merekomendasikan untuk pesan Gulai Tembusu. Gulai tambusunya berukuran besar. Kuahnya berwarna oranye kekuningan dengan jejak minyak terlihat di permukaannya. Tambusu berupa usus sapi yang dalamnya diisi dengan campuran tahu dan telur.
 
Tambusunya empuk dan kenyal. Isian tekstur didalamnya justru lembut. Rasa ususnya tak terlalu dominan, kami justru merasakan rasa tahu yang lembut dengan gurihnya campuran telur.
 
Tambusunya enak disantap dengan nasi hangat dan sayur nangka. Untuk menambah rasa pedas, kami memesan sambal pete. Gerusan cabai merah yang kasar enak diaduk pete muda yang renyah enak.
 
“Tips buat yang mau makan biar tambah enak. Semua lauk dan sambalnya aduk jadi satu. Perpaduan rasa gurih dan pedas bikin tambah terus," sarannya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>