Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Ganjar Beri Bantuan untuk Santri yang Tetap Mondok

Nasional Virus Korona Bantuan Langsung Tunai
Haryanto • 13 Mei 2020 12:59
Semarang: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memberikan bantuan bagi para santri di sejumlah pondok pesantren di Jateng yang tak pulang kampung. Bantuan yang diambil dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng sebesar Rp2,3 miliar itu akan disalurkan kepada para santri yang tetap mondok di tengah pandemi covid-19.
 
"Di Jawa Tengah, masih ada 23.000 lebih santri yang ada di 400 pondok pesantren. Mereka memutuskan untuk tidak pulang. Jadi, kami memberikan bantuan kepada para santri yang tidak mudik ini," kata Ganjar, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Para santri tersebut, lanjut dia, berasal dari sejumlah daerah. Tak hanya dari Jateng, banyak pula santri yang berasal dari luar Jawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka adalah patriot bangsa karena rela tidak pulang, sehingga hidupnya harus kita jamin. Saya berpesan pada pengurus pondok pesantren untuk menjaga agar tidak pulang. Ngaji saja di pondok," tutur Ganjar.
 
Baca juga: 5.385 KPM di Banda Aceh Terima Bantuan Sosial Tunai
 
Selain para santri, Ganjar juga memastikan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan terus diberikan. Hari ini, bantuan provinsi untuk beberapa kota di Jateng juga sudah mulai disalurkan.
 
"Untuk kawan-kawan kita yang ada di Jabodetabek, kami juga akan segera kirim bantuan. Insyaallah minggu depan kami kirim agar mereka di sana terjamin," tutupnya.
 
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ganjar kepada salah satu pengurus ponpes di Jateng di Masjid Baiturrahman Semarang. Selain bantuan untuk para santri, juga diserahkan sebanyak 2.000 paket sembako dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Jawa Tengah kepada Pemkot Semarang.
 
Pengurus pondok pesantren Al-Mas'udiyah Bandungan Semarang, Muhammad Tohirudin, mengatakan, bantuan dari pemerintah itu sangat membantu para santri. Di pondoknya, ada 340 santri yang tidak pulang.
 
"Jadi, bantuan ini sangat membantu kami yang tidak pulang. Soalnya sekarang sedang susah. Kiriman dari rumah juga seret," imbuhnya.
 
Tohirudin menerangkan jumlah total santri di ponpesnya sekitar 1.800 orang. Mayoritas santri berasal dari daerah dekat pondok, sehingga mereka diperbolehkan untuk pulang.
 
"Tapi yang dari jauh dan luar kota atau luar pulau tidak boleh pulang. Apalagi yang daerahnya sudah ditetapkan sebagai zona merah. Kami meminta mereka semua tetap di pondok dan ngaji bersama," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif