Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang masa tanggap darurat pandemi covid-19. Langkah itu diambil sebagai upaya menekan kasus penyebaran virus korona.
"Status tanggap darurat diperpanjang sampai 30 Juli," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Biwara Yuswantana, di Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 25 Juni 2020.
Biwara mengungkap perpanjangan masa darurat pandemi berdasarkan catatan perlunya peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Ia mencontohkan aktivitas bersepeda warga yang meningkat beberapa hari terakhir belum diimbangi dengan kepatuhan menjaga jarak saat singgah di ruang publik.
"Dalam beberapa kejadian, (masyarakat) masih perlu edukasi maupun diberikan pemahaman dan sosialisasi," jelasnya.
Baca juga: Jatim Optimistis Mampu Lewati Masa Darurat Pandemi Covid-19
Selain itu, kata Biwara, pemerintah tengah menyiapkan kenormalan baru untuk kawasan wisata dan pusat perbelanjaan. Ia menilai proses persiapan yang dilakukan masih butuh penyempurnaan.
"Saat ini masih sosialisasi ke hotel dan pusat perbelanjaan, sebagai persiapan menuju aktivitas new normal," ungkap dia.
Ia menambahkan upaya pemulihan ekonomi juga butuh penanganan. Salah satunya dengan dukungan anggaran yang bisa didapat dengan jalan menetapkan status tanggap darurat.
Pemerintah DIY juga akan mengevaluasi progres penanganan kasus di tengah status tanggap darurat. "Nanti akan kita evaluasi tanggap darurat ketiga ini, baik di tengah maupun jelang akhir. Mana yang masih kurang dan perlu penguatan," katanya.
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang masa tanggap darurat pandemi covid-19. Langkah itu diambil sebagai upaya menekan kasus penyebaran virus korona.
"Status tanggap darurat diperpanjang sampai 30 Juli," kata Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Biwara Yuswantana, di Kepatihan Yogyakarta, Kamis, 25 Juni 2020.
Biwara mengungkap perpanjangan masa darurat pandemi berdasarkan catatan perlunya peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Ia mencontohkan aktivitas bersepeda warga yang meningkat beberapa hari terakhir belum diimbangi dengan kepatuhan menjaga jarak saat singgah di ruang publik.
"Dalam beberapa kejadian, (masyarakat) masih perlu edukasi maupun diberikan pemahaman dan sosialisasi," jelasnya.
Baca juga:
Jatim Optimistis Mampu Lewati Masa Darurat Pandemi Covid-19
Selain itu, kata Biwara, pemerintah tengah menyiapkan kenormalan baru untuk kawasan wisata dan pusat perbelanjaan. Ia menilai proses persiapan yang dilakukan masih butuh penyempurnaan.
"Saat ini masih sosialisasi ke hotel dan pusat perbelanjaan, sebagai persiapan menuju aktivitas new normal," ungkap dia.
Ia menambahkan upaya pemulihan ekonomi juga butuh penanganan. Salah satunya dengan dukungan anggaran yang bisa didapat dengan jalan menetapkan status tanggap darurat.
Pemerintah DIY juga akan mengevaluasi progres penanganan kasus di tengah status tanggap darurat. "Nanti akan kita evaluasi tanggap darurat ketiga ini, baik di tengah maupun jelang akhir. Mana yang masih kurang dan perlu penguatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)