Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Viral Aksi Bullying Siswa SMP Plus Baiturrahman Kota Bandung, Ini Penjelasan Sekolah

P Aditya Prakasa • 19 November 2022 23:07
Bandung: Sebuah rekaman video aksi perundungan terhadap siswa SMP di Kota Bandung oleh sesama temannya tersebar di media sosial hingga viral. Aksi tersebut diketahui berawal dari sebuah main tebak-tebakan.
 
Dalam video berdurasi 21 detik itu, beberapa anak SMP berseragam batik biru tengah merundung temannya yang duduk di bangku depan. Mereka memasangkan sebuah helm di kepala korban. 
 
Pelaku pun tidak segan langsung menendang kepala korban. Siswa-siswa lainnya ada yang ikut membantu aksi perundungan tersebut bahkan menyoraki aksi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korban yang ditendang bagian kepala tiba-tiba langsung tergeletak jatuh ke lantai. Seorang siswa lainnya yang terlibat dalam perundungan menindih korban yang terlihat tidak berdaya. 
 
Kepala Sekolah SMP Plus Baiturrahman, Saefullah Abdul Muthalib mengatakan, peristiwa itu terjadi pada jam ke tiga pelajaran. Aksi perundungan tersebut diawali dari sebuah permainan yang dibuat para siswa.
 
Baca: Kasus Perundungan Siswa SMP Ditendang Hingga Pingsan Diusut

"Kebetulan guru jam ke tiga itu sedang ke luar kelas sebentar, ketika itu anak-anak membuat gim. Kemudian menebak siapa (yang memukul) itu permainannya, tapi lama kelamaan bukan dengan tangan, tapi dengan kaki salah seorang (siswa) sampai tiga kali," kata Saefullah di SMP Plus Baiturrahman, Jalan Nagrog, Kota Bandung, Sabtu 19 November 2022.
 
Safullah membantah jika korban sempai pingsan akibat aksi kekerasan tersebut. Dia pun telah menanyakan korban dan mengaku hanya jatuh dan tidak pingsan.
 
"Tidak (pingsan) memang ada yang menginformasikan pingsan, tapi tadi saya tanya katanya tidak pingsan anak itu, setelah ditendang kemudian dia jatuh itu bukan pingsan, pusing mungkin," ucapnya. 
 
Sementara itu, polisi mempersilakan orang tua anak yang menjadi korban perundungan oleh temannya sendiri untuk membuat laporan. Proses hukum pun akan dilakukan jika telah ada laporan kepada polisi.
 
"Ya hasil pemeriksaan selanjutnya memang demikian, sebagaimana hasilnya proses (hukum) atau ada upaya lain karena tidak menutup kemungkinan ada upaya lain. Yang penting kita sudah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan maupun penyidikan nanti," kata Kapolsek Ujungberung, Kompol Karyaman.
 
Meski begitu, jika korban dan pelaku ingin melakukan mediasi, pihaknya mengaku bakal tetap memfasilitasi keduanya.
 
"Mediasi ke depannya ya silakan, tidak menutup kemungkinan, di samping melihat korban tidak fatal, lukanya Alhamdulillah," ucapnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id

 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif