Korban keracunan massal di Tasikmalaya mendapatkan perawatan di salah satu ruang kelas SDN Puspasari. (Foto: MI/Kristiadi)
Korban keracunan massal di Tasikmalaya mendapatkan perawatan di salah satu ruang kelas SDN Puspasari. (Foto: MI/Kristiadi)

146 Orang di Tasikmalaya Keracunan Makanan

Nasional keracunan keracunan makanan
Media Indonesia.com • 09 Oktober 2020 07:51

Titie mengungkapkan pasien keracunan massal terjadi setelah mereka menyantap nasi kuning dan snack yang diberikan saat acara ulang tahun salah seorang warga. Setelah mengonsumi, warga merasakan pusing, mual, muntah, dan diare. Keracunan itu sebagian besar dialami anak dan orang tua yang mendampingi hadir di acara syukuran ulang tahun.
 
"Petugas telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh warga berupa muntahan, nasi kuning (tumpeng), telur, kacang, sambel goreng tempe, tahu, daging ayam, mentimun, kerupuk dan beberapa makanan ringan berada di dalam snack untuk dikirim ke Laboratorium. Sedangkan pasien telah diberikan obat cairan infus RL, antasid, antibiotik, parasetamol, obat mual dan muntah," jelas dia.
 
Titie menduga keracunan massal yang terjadi di wilayahnya berasal dari nasi kuning bersantan ditambah makanan ringan. Ia memastikan semua pasien akan kembali normal antara empat dan lima hari, tentu dengan pengawasan medis dan dukungan keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam penanganan pasien keracunan, semua telah ditangani di dalam ruang kelas meskipun penambahan itu dipastikan masih ada. Karena secara estimasi jumlah pengonsumsi nasi kuning mencapai 200 orang. Hanya saja yang hadir di acara syukuran sekitar 100 orang. Membeludaknya pasien keracunan berdampak pada kurangnya tenaga medis," beber dia. (Kristiadi)
 
(MEL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif