Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany. (Foto: MI/Susanto)
Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany. (Foto: MI/Susanto)

Kuota Bansos Kemensos di Tangsel Lebih 14 Ribu

Nasional Virus Korona bansos
Farhan Dwitama • 14 Mei 2020 14:41
Tangerang: Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengatakan, masih memiliki kelebihan kuota bantuan sosial dari Kementerian Sosial untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak covid-19.
 
"Masih ada sisa kurang lebih 14 ribuan. Kalau di lapangan ada yang masih butuh, bisa disampaikan ke hotline kami atau melalui website Dinsos. Kita tunggu, silakan," ucap Airin, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Menurut dia, selain bantuan rutin seperti program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kementerian Sosial juga memberikan tambahan kuota penerima bansos terdampak covid-19 untuk warga Tangerang Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain (bansos) yang rutin, data yang kita berikan ke Kemensos total 60 ribuan (KPM). Dan ini masih ada sisa," kata dia.
 
Baca juga:Angkasa Pura II Akui Terjadi Antrean di Terminal 2 Bandara Soetta
 
Dengan sisa kuota KPM itu, Airin mengaku sudah meminta para ketua RT dan RW mengusulkan kembali data keluarga miskin yang benar-benar belum menerima bantuan.
 
"Kalau ada yang belum terdata, segera sampaikan ke kita. Kami ada tim verifikator, ada Dukcapil, inspektorar, dan nanti kita sampaikan ke Kemensos berjenjang. Agar ada yang bertanggung jawab, kita percayakan ke RT dan RW," jelas Airin.
 
Kendati diserahkan ke RT dan RW, Airin juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengusulkan calon KPM. "Silakan sampaikan ke kita. Nanti akan ditindaklanjuti. Ada sifatnya usulan dari bawah atau misalnya ke Dinsos, dan nanti tim verifikasi lapangan akan terus mengkroscek," imbuhnya.
 
Airin menegaskan kecepatan dan ketepatan penyaluran bantuan adalah isu utama. Sambil berjalan ia berharap kekurangan dan kekeliruan data penerima bansos turut diperbaiki.
 
"Saya sepakat dengan Menteri (Sosial) dari pada menunggu data sempurna, baru nanti kita sampaikan kalau ada apa-apa segera perbaiki. Secara aturan itu dibolehkan Kemensos untuk kita mengubah, jadi tidak perlu izin lagi ke Kemensos," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif