Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Risma Murka Mobil Laboratorium Bantuan BNPB Dioper ke Daerah Lain

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 29 Mei 2020 19:40
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini murka mengetahui dua unit mobil laboratorium bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Surabaya dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur. Risma pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Doni Monardo.
 
Video berdurasi 53 detik itu, Risma marah-marah dalam perbincangan via telepon dengan seseorang. Dalam perbincangannya, Risma kesal karena dua unit mobil laboratorium untuk tes Swab PCR di Surabaya malah dialihkan ke daerah lain yakni Kabupaten Lamongan dan Tulungagung.
 
Dalam video itu, Risma memastikan pihaknya sebelumnya telah berkomunikasi dengan Doni Monardo untuk menggunakan mobil laboratorium tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya ada pesan WhatsApp dengan Pak Doni Monardo, kalau itu (mobil) untuk Surabaya. Apa-apaan ini? Kalau mau boikot jangan begini caranya," kata Risma dengan nada tinggi, dalam cuplikan video tersebut.
 
Risma Murka Mobil Laboratorium Bantuan BNPB Dioper ke Daerah Lain
Obrolan chat melalui apkliasi WhatsApp antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Doni Monardo. (Foto: Dok/Pemkot Surabaya)
 
Usai bertelepon, Risma menunjukkan ke media bukti chat (percakapan pesan) WhatsApp antara dirinya dengan Doni. Dalam chat tersebut, jelas bahwa Risma yang memohon bantuan alat fast lab untuk Kota Surabaya. Doni pun menyanggupinya dan berjanji akan mempercepat proses pengirimannya.
 
Dalam chat tersebut, Risma juga melaporkan bahwa mobil bantuan itu dialihkan ke daerah lain, sehingga Surabaya tidak bisa menggunakannya. Doni pun berjanji mengecek keberadaan mobil tersebut, karena memang dua mobil bantuan itu diprioritaskan untuk Kota Surabaya.
 
"Temen-temen lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi ini saya sendiri yang memohon kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu," kata Risma sambil menunjukkan chat dengan Doni kepada awak media.
 
Baca: Khofifah: Tingkat Kesembuhan Positif Korona di Surabaya Terendah Dibandingkan Kota Lain
 
Sementara itu, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan sebetulnya pada Kamis, 28 Mei kemarin, Surabaya sudah dibantu mobil laboratorium itu. Awalnya, mobil itu akan langsung dipergunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji, dan Dupak Masigit yang di situ ada warga dari Krembangan Selatan.
 
“Jadi, bantuan dari BNPB itu ada dua unit mobil laboratorium, dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya. Masing-masing titik itu kami siapkan 200 orang untuk dilakukan tes swab. Mereka itu yang belum dites swab dan waktunya swab ulang, supaya cepat selesai penanganannya," kata Feny, sapaan akrabnya.
 
Risma Murka Mobil Laboratorium Bantuan BNPB Dioper ke Daerah Lain
Obrolan chat melalui apkliasi WhatsApp antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Kepala Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Doni Monardo. (Foto: Dok/Pemkot Surabaya)
 
Namun, kata Feny, waktu itu diundur pukul 13.00 WIB karena mobil itu dialihkan dulu ke Rumah Sakit Unair, dan tidak langsung ke Hotel Asrama Haji. Karena dijadwalkan pukul 13.00 WIB, kemudian para pasien di Hotel Asrama Haji dipersiapkan mulai sekitar pukul 12.30 WIB.
 
"Ternyata, mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu lima jam-an, dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain," katanya.
 
Feny memastikan bahwa Kamis kemarin, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 di Jatim, Joni Wahyuadi, menjanjikan setelah dari daerah lain, mobil itu akan ke Surabaya. Sehingga disiapkanlah warga di Kelurahan Tanah Kali Kedinding sebanyak 200 orang untuk dilakukan tes swab.
 
"Kami sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB dan warga sangat antusiasi untuk mengikuti tes tersebut. Tapi tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab," katanya.
 
Feny sangat menyesalkan hal tersebut. Sebab, pihaknya sudah merayu pasien-pasien untuk melakukan tes swab, tapi mereka harus dibubarkan karena mobilnya tidak datang.
 
"Kami sangat menyesalkan itu, bisa-bisa nanti kami tidak dipercaya lagi oleh para pasien ini. Apalagi ini harus bergerak cepat supaya segera tertangani dan pasien tidak menunggu," kata Feny.
 

(ALB)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif