medcom.id, Yogyakarta: Banyak hal unik yang terjadi di Yogyakarta. Pada 28 Maret 2015 mendatang, sebuah acara bertajuk 'Nikah Bareng Jogja Istimewa' akan berlangsung di Desa Keradenan Srimulyo, Bantul.
Apa yang unik dari acara itu? Menurut RM Ryan Budinuryanto mewakili panitia, keunikan acara terletak pada prosesi ijab kabul. Pengantin mengenakan pakaian yang mengandung unsur bumi. Mereka menaiki traktor di sawah kering di hutan lalu mengucapkan akad.
"Karena diadakan untuk menyambut hari Bumi April mendatang dan merayakan logo Baru Jogja Istimewa," kata Ryan, Kamis (26/3/2015).
Tak hanya itu, segala perlengkapannya pun bertema cinta lingkungan. Misalnya parfum dan make up natural. Sebagai latar belakang, panitia meletakkan kerbau dan sapi yang menambah suasana persawahan.
"Makanannya pun adalah hasil-hasil bumi seperti ketela, kacang dan singkong," tambah Ryan.
Proses pernikahan, kata Ryan, berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Semua pengantin berkumpul di Pondok Pesantran Lintang Songo Desa Srimulyo. Lalu sejumlah traktor akan mengarak mereka menuju hutan di Desa Keeradenan.
"Arak-arakan penganten akan berupa kirab budaya yang mencampurkan unsur etnik Tiongkok dengan pribumi. Dalam kirab tersebut akan ada penampilan ibu-ibu petani, barongsai, Begodo Prajurit, dan Hadroh," jelasnya.
Ryan mengaku sengaja menggunakan traktor. Sebab, alat pertanian itu menyimbolkan perjuangan keras yang berkesinambungan untuk kemakmuran.
Serunya lagi, pengantin mendapat mahar berupa seperangkat alat salat dan sembilan simbol Yogyakarta, seperti Candi Prambanan. Selain mahar, mereka pun mendapat perawatan sebelum nikah dan berbulan madu di sebuah hotel berbintang di Yogyakarta.
"Semuanya gratis. Biaya ditanggung oleh panitia. Calon pengantin hanya perlu mendaftar dan menyerahkan persyaratan yang kami minta. Kami memang sengaja mengadakan nikah bareng yang berkonsep agar bisa membekas dihidup calon pengantin," tegas Ryan.
Acara nikah bareng ini diadakan oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais), Sewon, Pita Biru Production. Pemerintah Kabupaten Bantul mendukung acara itu. Rencananya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri acara tersebut. Hingga berita ini diturunkan, 10 pasangan mendaftar dan mengumpulkan persyaratan administrasi secara lengkap.
medcom.id, Yogyakarta: Banyak hal unik yang terjadi di Yogyakarta. Pada 28 Maret 2015 mendatang, sebuah acara bertajuk 'Nikah Bareng Jogja Istimewa' akan berlangsung di Desa Keradenan Srimulyo, Bantul.
Apa yang unik dari acara itu? Menurut RM Ryan Budinuryanto mewakili panitia, keunikan acara terletak pada prosesi ijab kabul. Pengantin mengenakan pakaian yang mengandung unsur bumi. Mereka menaiki traktor di sawah kering di hutan lalu mengucapkan akad.
"Karena diadakan untuk menyambut hari Bumi April mendatang dan merayakan logo Baru Jogja Istimewa," kata Ryan, Kamis (26/3/2015).
Tak hanya itu, segala perlengkapannya pun bertema cinta lingkungan. Misalnya parfum dan make up natural. Sebagai latar belakang, panitia meletakkan kerbau dan sapi yang menambah suasana persawahan.
"Makanannya pun adalah hasil-hasil bumi seperti ketela, kacang dan singkong," tambah Ryan.
Proses pernikahan, kata Ryan, berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Semua pengantin berkumpul di Pondok Pesantran Lintang Songo Desa Srimulyo. Lalu sejumlah traktor akan mengarak mereka menuju hutan di Desa Keeradenan.
"Arak-arakan penganten akan berupa kirab budaya yang mencampurkan unsur etnik Tiongkok dengan pribumi. Dalam kirab tersebut akan ada penampilan ibu-ibu petani, barongsai, Begodo Prajurit, dan Hadroh," jelasnya.
Ryan mengaku sengaja menggunakan traktor. Sebab, alat pertanian itu menyimbolkan perjuangan keras yang berkesinambungan untuk kemakmuran.
Serunya lagi, pengantin mendapat mahar berupa seperangkat alat salat dan sembilan simbol Yogyakarta, seperti Candi Prambanan. Selain mahar, mereka pun mendapat perawatan sebelum nikah dan berbulan madu di sebuah hotel berbintang di Yogyakarta.
"Semuanya gratis. Biaya ditanggung oleh panitia. Calon pengantin hanya perlu mendaftar dan menyerahkan persyaratan yang kami minta. Kami memang sengaja mengadakan nikah bareng yang berkonsep agar bisa membekas dihidup calon pengantin," tegas Ryan.
Acara nikah bareng ini diadakan oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais), Sewon, Pita Biru Production. Pemerintah Kabupaten Bantul mendukung acara itu. Rencananya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri acara tersebut. Hingga berita ini diturunkan, 10 pasangan mendaftar dan mengumpulkan persyaratan administrasi secara lengkap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RRN)