medcom.id, Jakarta: Dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyempatkan berkunjung ke Pesantren Darussalam, Dusun Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/4/2016).
Kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra), serta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH).
"Kartu ini adalah bagian dari ikhtiar kita. Seperti Kartu Indonesia Sehat. Jika ada yang masih dalam kategori duafa, segera daftarkan. Kita semua ingin sehat. Kalau sampai butuh rawat inap atau operasi apapun, gratis dengan kartu ini. Karena pemerintah yang bayar preminya," ujar Mensos Khofifah.
Bila para calon peserta segera mendaftar, maka dipastikan pada Juni tahun ini dana bantuan tahap pertama akan cair. Dalam setahun, dana akan cair sebanyak empat kali.
"Jika penerima PKH dalam kondisi hamil atau memiliki balita, akan mendapat dana PKH sebesar Rp1,2 juta yang cair dalam empat tahap. Mereka yang memiliki anak SMA dan SMK Aliyah, akan menerima bantuan Rp1 juta. Yang memiliki anak SMP mendapat Rp750 ribu, dan yang memiliki anak SD mendapat Rp450 ribu. Semua akan cair dalam empat tahap," kata Khofifah, menjelaskan.
Program PKH, dijelaskan Mensos, sebagai bentuk dakwah yang bukan hanya sekadar lisan. Pemerintah melakukan aplikasi dakwahnya melalui APBN.
"Ini akan menjadi bagian dari kelengkapan dakwah kita. Melalui lisan dan amal," kata Khofifah.
medcom.id, Jakarta: Dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyempatkan berkunjung ke Pesantren Darussalam, Dusun Blokagung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/4/2016).
Kunjungan tersebut bertujuan mengenalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra), serta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH).
"Kartu ini adalah bagian dari ikhtiar kita. Seperti Kartu Indonesia Sehat. Jika ada yang masih dalam kategori duafa, segera daftarkan. Kita semua ingin sehat. Kalau sampai butuh rawat inap atau operasi apapun, gratis dengan kartu ini. Karena pemerintah yang bayar preminya," ujar Mensos Khofifah.
Bila para calon peserta segera mendaftar, maka dipastikan pada Juni tahun ini dana bantuan tahap pertama akan cair. Dalam setahun, dana akan cair sebanyak empat kali.
"Jika penerima PKH dalam kondisi hamil atau memiliki balita, akan mendapat dana PKH sebesar Rp1,2 juta yang cair dalam empat tahap. Mereka yang memiliki anak SMA dan SMK Aliyah, akan menerima bantuan Rp1 juta. Yang memiliki anak SMP mendapat Rp750 ribu, dan yang memiliki anak SD mendapat Rp450 ribu. Semua akan cair dalam empat tahap," kata Khofifah, menjelaskan.
Program PKH, dijelaskan Mensos, sebagai bentuk dakwah yang bukan hanya sekadar lisan. Pemerintah melakukan aplikasi dakwahnya melalui APBN.
"Ini akan menjadi bagian dari kelengkapan dakwah kita. Melalui lisan dan amal," kata Khofifah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)