Petugas Bea Cukai sedang memusnahkan barang ilegar di kantor DJBC Sumbagtim. Foto: Gonti Hadi Wibowo/medcom.id
Petugas Bea Cukai sedang memusnahkan barang ilegar di kantor DJBC Sumbagtim. Foto: Gonti Hadi Wibowo/medcom.id

Bea Cukai Sumbagtim Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar

Nasional barang ilegal
Gonti Hadi Wibowo • 04 Desember 2019 13:59
Palembang: Kanwil Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Sumatra Bagian Timur (Sumbagtim) memusnahkan 8,5 juta batang rokok ilegal dan 15.000 botol minuman keras dan liquid vape tanpa cukai di kantor DJBC, Rabu, 4 Desember 2019. Total Bea Cukai berhasil menyelamatkan kerugian negara sekitar Rp3,6 miliar.
 
Kakanwil Beacukai Sumbagtim, Dwijo Muryono mengatakan, barang yang disita dan dimusnahkan itu merupakan produk terlarang di Indonesia. Hasil sitaan dari berbagai macam instansi pengiriman.
 
"Barang yang dimusnahkan itu ada rokok, sex toy, liquid, miras, airsoft gun, alat kesehatan dan berbagai macam barang ilegal dari Kanwil DJKN Sumsel, Jambi dan Babel dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang,” kata Dwijo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepanjang 2019 hasil penindakan berupa, 8.487.086 batang rokok, 136 pcs sex toys, 14.431 Botol MMEA, 109 pcs alat kesehatan, 264 Botol HPTL, 36 pcs anak panah, 97 kilogram tembakau iris, dan 12 lembar pakaian, 14 pcs airsoft gun dan sparepart senjata tajam, dan 3 pcs kosmetik.
 
"Pemusnahan barang milik negara dan barang yang dinyatakan tidak dikuasai itu dimusnahkan dengan cara dibakar atau dirusak untuk menghilangkan fungsi dan sifat awal dari barang tersebut sehingga tidak dapat digunakan lagi," jelasnya.
 
Menurutnya, kondisi geografis wilayah Sumsel yang berhadapan langsung dengan laut membuat barang masuk akan lebih sulit terlacak karena banyak spot pelabuhan tikus yang digunakan.
 
"Karena geografis kita umumnya masuk tidak dari pelabuhan resmi dan ilegal. Kontur pantai kita bisa merapat di pantai mana saja," ujarnya.
 
Sedangkan untuk liquid yang mengandung mariyuana sudah diperiksa oleh pihak bea dan cukai melalui uji laboratorium.
 
"Narkoba yang masuk beberapa seperti tembakau gorila, liquid mengandung narkoba semua sudah kita periksa di laboratorium. Kebanyakan narkotika dominan dari China," ungkapnya.
 
Pemusnahan ini merupakan salah satu usaha dari DJBC untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta industri dalam negeri yang memenuhi ketentuan pemerintah sehingga diharapkan dengan kegiatan pengawasan yang dilakuka oleh DJBC dapat menciptakan daya saing yang seimbang antar pelaku usaha.
 
"Ini juga bentuk apresiasi sekaligus wujud transparansi pengelolaan barang hasil penindakan guna meningkatkan sinergi antar instansi dalam upaya melindungi masyarakat dan mengamankan hak-hak penerimaan negara," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan mengatakan pihaknya harus bekerja sama dari seluruh jajaran mulai dari Lanal, Airud, Cukai dan perhubungan agar semua dapat diberantas.
 
"Pintu masuknya barang ilegal ini dari Singapura dan ini sangat berbahaya dan berdampak karena barang ilegal ini sudah pasti dijual di bawah harga pasar,” pungkasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif