Petani memanen garam di Desa Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. (ANT/SYAIFUL ARIF )
Petani memanen garam di Desa Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. (ANT/SYAIFUL ARIF )

Pemprov Jatim Minta Pusat Hentikan Impor Garam

Nasional harga garam
Amaluddin • 18 Juli 2019 15:29
Surabaya: Pemerintah Jawa Timur mengusulkan pemerintah pusat menghentikan impor garam. Garam produksi petani terancam tidak terserap.
 
"Para petani mengusulkan kemarin, kalau bisa jangan impor dulu. Kenyataannya sekarang begitu, impornya banyak dan akibatnya garam rakyat tidak bisa tersalurkan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Gunawan Saleh, dikonfirmasi, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Harga garam di petani garam di Jatim hanya berkisar Rp400 hingga Rp500 per kilogram. Harga itu terjun drastis dari harga normal Rp1.000-Rp2.000 per kilogram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faktor lain penyebab harga garam di petani anjlok karena stok garam di pasar melimpah. Selanjutnya kondisi petani kian sulit karena permainan harga tengkulak.
 
"Karena saat ini harga jatuh di tengkulak. Petani tahu banyak garam impor beredar di pasaran," jelasnya.
 
Gunawangan mengatakan, stok garam impor di Jatim hasil panen 2018 masih tersisa 900 ton. Stok garam bakal bertambah pada Agustus saat masa panen garam.
 
"Sehingga harga garam diprediksi bisa makin anjlok karena tidak terserap di pasar. Sehingga garam yang ada dikuasi oleh para tengkulak," ujarnya.
 
Pemprov Jatim sudah mempertemukan petani garam dengan pemilik pabrik makanan di Jatim. Hasil dari kesepakatan itu, kata Gunawan, beberapa pabrik mau menerima garam petani asalkan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
 
"Syaratnya di antaranya NHCL 96 persen harus kadar sekian, dan petani tidak bisa datang sendiri tetapi harus berkelompok," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif