ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.

Pemilik Senjata Ilegal di Pontianak Ditangkap

Nasional senjata ilegal
Antara • 21 Oktober 2019 14:52
Pontianak: Seorang pria berinisial SMS ditangkap Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Sabtu, 19 Oktober 2019. SMS alias Yusuf ditangkap atas kepemilikan berbagai jenis senjata api pabrikan dan senjata api rakitan ilegal.
 
"Kami menyita berbagai pucuk senjata api pabrikan dan rakitan baik laras pendek maupun panjang serta berbagai jenis peluru senjata api tersebut," kata kata Direskrimum Polda Kalbar, Kombes (Pol) Veris Septiansyah, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Veris mengatakan senjata yang disita ialah tiga pucuk senjata api laras pendek jenis revolver kaliber 38 dan kaliber 22 serta kaliber 9 mm. Kemudian satu pucuk senjata laras panjang yang diduga rakitan buatan tersangka sendiri, dua pucuk senapan angin laras panjang, dan satu pucuk Air Gun (replika walther).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian dua magazin senjata api jenis pistol kaliber 9 mm, dua bilah senjata tajam, empat buah ketapel, 10 buah peluru kaliber 38 spesial, 60 butir peluru kaliber 22, 31 butir peluru kaliber 9 mm, empat buah gas CO2 untuk Air Gun, 609 butir gotri, 170 butir kelereng, 79 butir batu kerikil, dua buah HT (handy talk); satu buah body armor dan lain-lain.
 
"Terungkap kasus kepemilikan senpi pabrikan dan rakitan ini, berkat adanya informasi akan ada jual beli senpi, sehingga langsung kami lakukan penelusuran selama dua hari, dan terungkap, Sabtu 19 Oktober 2019 di kediaman tersangka di Jalan Perdana, Kecamatan Pontianak Tenggara," ungkapnya.
 
Tersangka diancam pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau minimal 20 tahun.
 
"Saat ini kami juga sedang menyelidiki juga apakah ada hubungannya dengan kerusuhan di Pontianak beberapa bulan lalu, karena ada dugaan mengarah ke situ," katanya.
 
Termasuk, menurut dia mendalami apakah HT tersebut untuk memonitor pergerakan aparat kepolisian dalam bidang pengamanan atau lainnya.
 
"Pengakuan tersangka dibeli saat kerusuhan 1998 dan juga dibeli melalui media online," katanya.
 
Sementara itu, tersangka SMS alis Yusuf menyatakan, senjata api itu dibelinya tahun 2002. "Senjata api ini saya beli hanya untuk jaga rumah kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Senpi ini saya beli beserta amunisi atau pelurunya," katanya.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif