Tangerang: PT Angkasa Pura II (Persero) meresmikan jembatan penghubung atau skybridge di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang. Skybridge menghubungkan penumpang dari shelter Skytrain ke Terminal 2 dan sebaliknya.
"Selain moda transportasinya, kita juga telah siapkan shelter. Karena desain Terminal 2 bertingkat sehingga memerlukan skybridge," ujar Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi, Selasa, 17 September 2019.
Agus mengatakan, pembangunan skybridge membutuhkan waktu enam bulan. Skybridge sengaja diluncurkan bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional 2019 untuk memberikan kado spesial bagi insan perhubungan.
"Sebenarnya sudah selesai beberapa minggu yang lalu, tapi sengaja dipilih operasi pertamanya tepat 17 September, semacam kado buat insan perhubungan," jelasnya.
Agus menjelaskan, jumlah penumpang di Terminal 2 mengalami kenaikan signifikan sehingga keberadaan skybridge dapat menunjang akses perjalanan.
"Yang jelas makin tinggi pengguna jasa yang mengakses lewat kereta. Kita harapkan penumpang pengguna jasa bandara lebih nyaman dan terakomodasi untuk kecepatan dan kemudahannya," katanya.
Agus menambahkan, fasilitas skybridge ini nantinya akan dilakukan beberapa penyesuaian termasuk ATD (automatic door/pintu otomatis) yang dapat langsung mengakses terminal.
"Kami akan lihat situasi ke depannya sementara yang bisa kami operasikan adalah fasilitas dasarnya dulu. Adanya skybridge lebih aman," jelasnya.
Tangerang: PT Angkasa Pura II (Persero) meresmikan jembatan penghubung atau
skybridge di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang.
Skybridge menghubungkan penumpang dari
shelter Skytrain ke Terminal 2 dan sebaliknya.
"Selain moda transportasinya, kita juga telah siapkan
shelter. Karena desain Terminal 2 bertingkat sehingga memerlukan
skybridge," ujar Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Agus Haryadi, Selasa, 17 September 2019.
Agus mengatakan, pembangunan
skybridge membutuhkan waktu enam bulan.
Skybridge sengaja diluncurkan bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional 2019 untuk memberikan kado spesial bagi insan perhubungan.
"Sebenarnya sudah selesai beberapa minggu yang lalu, tapi sengaja dipilih operasi pertamanya tepat 17 September, semacam kado buat insan perhubungan," jelasnya.
Agus menjelaskan, jumlah penumpang di Terminal 2 mengalami kenaikan signifikan sehingga keberadaan
skybridge dapat menunjang akses perjalanan.
"Yang jelas makin tinggi pengguna jasa yang mengakses lewat kereta. Kita harapkan penumpang pengguna jasa bandara lebih nyaman dan terakomodasi untuk kecepatan dan kemudahannya," katanya.
Agus menambahkan, fasilitas
skybridge ini nantinya akan dilakukan beberapa penyesuaian termasuk ATD (automatic door/pintu otomatis) yang dapat langsung mengakses terminal.
"Kami akan lihat situasi ke depannya sementara yang bisa kami operasikan adalah fasilitas dasarnya dulu. Adanya
skybridge lebih aman," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)