Gunung Slamet mengeluarkan letusan strombolian seperti yang terlihat dari Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu malam hingga Ahad pagi (16-17/8) - MI/Liliek Dharmawan
Gunung Slamet mengeluarkan letusan strombolian seperti yang terlihat dari Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu malam hingga Ahad pagi (16-17/8) - MI/Liliek Dharmawan

Lereng Gunung Slamet Hujan Pasir

Liliek Dharmawan • 17 September 2014 13:58
medcom.id, Purwokerto: Gunung Slamet kembali meletus dengan menyemburkan letusan abu setinggi 1 kilometer (km) dan beberapa kali suara dentuman. Sejumlah desa yang berada di lereng Slamet dihujani pasir.
 
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, hujan pasir terlihat di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden dan Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah. "Setelah ada suara dentuman dan gemuruh, tidak berselang lama hujan pasir tipis terjadi. Kalau atapnya seng, hujan pasir bisa terdengar," kata Perangkat Desa Melung, Timbul Yulianto, Rabu (17/9/2014).
 
Dikatakan oleh Timbul, warga di Melung sempat kaget, karena tiba-tiba ada suara dentuman setelah empat hari tenang. "Namun, kami tidak dapat melihat gunung karena dari sini tertutup kabut tebal," ujar dia.

Secara terpisah, salah seorang warga di Purwokerto, Anugerah, 32, mengungkapkan kalau suara dentuman terdengar beberapa kali dari pusat kota yang jaraknya sekitar 20 km dari puncak gunung tertinggi di Jateng itu. "Suara dentuman cukup keras, meski jaraknya jauh," ucap dia.
 
Sementara Kepala Dusun Limpakuwus, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Wasirun, mengatakan kalau kaca-kaca rumah di desa setempat bergetar. "Kami kaget, karena dentumannya kuat dan kaca bergertar," tutur Wasirun.
 
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pemalang, aktivitas gunung tertinggi di Jateng itu mulai meningkat sejak jam 06.00 WIB. Hingga jam 12.00 WIB, terlihat 8 kali letusan abu warna kelabu tebal dengan ketinggian 500-1.000 meter. Selain itu, tercatat 51 kali gempa hembusan, 8 kali gempa letusan dan dua kali gempa tremor harmonik.
 
"Padahal, sejak jam 00.00 WIB hingga 06.00 WIB sangat tenang. Hanya terpantau sekali gempa hembusan. Sementara 6 jam sebelumnya, tidak ada aktivitas seismik sama sekali," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet Desa Gambuhan, Pemalang, Sudrajat, hari ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>