Polisi mengatur lalu lintas usai kecelakaan antara minibus dengan bus angkutan umum di Kabupaten Aceh Besar, Jumat (6/5/2022). ANTARA/HO/Ditlantas Polda Aceh
Polisi mengatur lalu lintas usai kecelakaan antara minibus dengan bus angkutan umum di Kabupaten Aceh Besar, Jumat (6/5/2022). ANTARA/HO/Ditlantas Polda Aceh

30 Orang di Aceh Meregang Nyawa di Jalan Selama Libur Lebaran

Nasional kecelakaan lalu lintas Mudik Lebaran arus balik Idulfitri 1443 Lebaran 2022 Mudik Lebaran 2022 Info Mudik
Antara • 10 Mei 2022 11:32
Aceh: Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh menyatakan sebanyak 30 orang meninggal di jalan raya sepanjang libur Lebaran 1443 Hijriah bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2022. 
 
Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan Operasi Ketupat pengamanan libur Lebaran berlangsung selama 12 hari sejak 29 April hingga 8 Mei 2022.
 
"Sejak Operasi Ketupat Seulawah 2022 di wilayah hukum Polda Aceh, ada 30 orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya," kata Dicky di Aceh, Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2022, sebanyak 69 kasus dengan korban luka berat tujuh orang.
 
"Sementara, korban luka ringan sebanyak 106 orang. Sedangkan kerugian materiil mencapai Rp108 juta," kata Dicky.
 
Mantan Kapolres Aceh Tengah dan Kapolres Aceh Tamiang itu mengatakan kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di jalur Timur Aceh dengan persentase mencapai 58 persen. Sedangkan di jalur Barat sebesar 29 persen, dan jalur tengah hanya 13 persen.
 
Baca: Angka Kecelakaan Turun 31% Selama Operasi Ketupat 2022
 
Terkait faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, Dicky mengatakan faktor manusia mendominasi terjadinya kecelakaan. Penyebabnya, kurangnya disiplin pengendara serta tidak patuh pada peraturan lalu lintas.
 
"Selain itu, juga karena kelelahan pengemudi. Padahal, kepolisian bersama instansi terkait lainnya menyediakan pos pelayanan untuk beristirahat. Namun, banyak pengemudi tidak memanfaatkan pos tersebut," ujarnya.
 
Pengemudi dalam kondisi lelah berpotensi membahayakan diri sendiri maupun penumpang yang dibawanya serta pengguna jalan lainnya. Kelelahan tersebut menimbulkan fenomena yang disebut microsleep, di mana mata terpejam sejenak dan tingkat kesadaran rendah.
 
"Seringkali pengemudi tidak menyadari dirinya sedang mengendarai kendaraan, berapa kecepatannya serta posisi kendaraan. Kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata Dicky Sondani.
 
Ia mengimbau pengendara kendaraan tidak memaksakan diri saat kelelahan. Segera beristirahat jika sudah mengemudi selama empat jam. Perjalanan lama akan menimbulkan microsleep.
 
"Pengemudi harus menyadari perjalanan adalah untuk membawa kebahagiaan, bukan menghadirkan duka. Maksimalkan istirahat di pos-pos pelayanan yang tersedia. Dan terpenting, pastikan kondisi kendaraan seperti ban, rem, lampu, kelengkapan keselamatan, dan lainnya," tutupnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif