Kantor UPTD P2TP2A Tangsel, di Jalan Raya Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.
Kantor UPTD P2TP2A Tangsel, di Jalan Raya Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.

Kasus Penganiayaan Anak oleh Teman Sebaya Naik ke Penyidikan

Farhan Dwitama • 26 Mei 2022 14:25
Tangerang: Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan, Banten, menyebut proses diversi terhadap 8 anak terduga pelaku penganiayaan terhadap MZA, gagal. Orang tua korban berinisial N, menginginkan proses hukum terhadap 8 anak penganiaya tetap berlanjut. 
 
"Diversi gagal. Orang tua korban memaafkan (para pelaku anak) tapi tetap ingin ini berlanjut proses hukumnya. Makanya lanjut ke proses pidana (penyidikan)," kata Kepala UPTD P2TP2A Kota Tangsel, Tri Purwanto, Kamis, 25 Mei 2022.
 
Menurut Tri, dalam sistem peradilan anak berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2012. Diversi merupakan jalan utama yang harus ditempuh aparat penegak hukum dalam memproses anak-anak sebagai pelaku kejahatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Semua aparat penegak hukum (APH) harus mengutamakan diversi dulu. Apalagi para terduga pelaku rata-rata di bawah umur dan tidak ada catatan kriminal sebelumnya," jelas dia. 
 
Baca juga: Remaja Dianiaya Teman Sebaya Mulai Kembali Sekolah
 
Dia menuturkan, proses diversi yang telah dijalankan pada Senin, 23 Mei 2022, di Mapolres Tangsel, korban dan anak-anak terduga pelaku tidak dihadirkan, hanya diwakili oleh para orang tua atau wali masing-masing pelaku anak. 
 
Sebenarnya, kata Tri, dalam persoalan hukum yang sedang berjalan, orang tua MZA dan N, telah memaafkan tindak kekerasan yang dilakukan 8 pelaku. Namun, N, memastikan bahwa proses hukum terhadap 8 anak tersebut tetap berjalan dan polisi menaikan status ke penyidikan. 
 
Meski proses penyidikan berlangsung, Tri memastikan kalau para pelaku anak tidak dilakukan penahanan. Dia juga menyatakan akan terus memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban dan anak-anak terduga pelaku.
 
"Jadi anak tidak bisa ditahan, tapi sewaktu-waktu polisi akan melakukan pemanggilan, orang tua terduga pelaku wajib membawa anak mereka dalam pemanggilan," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif