Solo: Satpol PP Solo menangkap ratusan pelajar yang sedang nongkrong di tengah penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) total. Tercatat ada 89 pelajar jenjang SMA/SMK yang terjaring pada hari pertama penerapan PTM, Senin, 10 Januari dan 91 pelajar terjaring pada hari kedua.
"Pelanggarannya adalah mereka berkerumun. Sesuai dengan SE PTM total, setelah sekolah harus langsung balik ke rumah. Kami melakukan patroli selama pelaksanaan PTM dan pelajar ini terjaring setelah PTM dan sebelum PTM. Karena PTM-nya kan dua sesi," kata Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, di Solo, Rabu, 12 Januari 2022.
Baca: Kick Off Vaksinasi Booster di Yogyakarta Diundur
Dia menjelaskan upaya pengawasan pelajar selama PTM sebagai antisipasi terjadinya klaster baru covid-19. Selain menjaring pelajar, Satpol PP Solo juga memberikan peringatan pada pelaku usaha yang menerima para pelajar tersebut nongkrong.
Bagi pelaku usaha, Satpol PP memberikan peringatan dan mengimbau untuk tidak menerima pelajar yang nongkrong pada jam sekolah. Mereka juga menekankan agar para pelaku usaha mengingatkan pelajar untuk segera pulang.
"Pelajar SMA kan banyak yang berasal dari luar kota, kita tidak ingin terjadi klaster baru. Untuk pelajar kita lakukan pembinaan dulu, kalau tertangkap yang kedua kali baru nanti orang tua dan dari pihak sekolah dihadirkan," jelasnya.
Sementara Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menambahkan PTM total di Solo dilaksanakan secara bertahap. Sedangkan PTM total jenjang SMA/ SMK sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi Jateng dimulai pekan ini.
"Kalau kita bertahap. Yang kita atur SMP dan SD. Pekan ini PTM total siswa kelas IX, pekan besok mulai kelas VIII pekan berikutnya dilanjutkan jenjang seterusnya. Sambil menunggu vaksinasi anak usia 6-11 tahun selesai dilakukan. Targetnya Februari semuanya PTM total," ungkap Gibran.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan