Seorang narapidana terorisme (napiter) berinisial A di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Malang, Jawa Timur, bebas murni, Senin 28 Maret 2022
Seorang narapidana terorisme (napiter) berinisial A di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Malang, Jawa Timur, bebas murni, Senin 28 Maret 2022

Bebas, Narapidana Terorisme Tetap Ogah Berikrar Setia NKRI

Daviq Umar Al Faruq • 29 Maret 2022 10:51
Malang: Seorang narapidana terorisme (napiter) berinisial A di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Malang, Jawa Timur, bebas murni, Senin, 28 Maret 2022. Warga binaan pemasyarakatan itu kini bisa menghirup udara bebas setelah menjalani 5,5 tahun hukuman penjara.
 
"Dibebaskan karena memang sudah selesai menjalani masa pidananya," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto, Selasa, 29 Maret 2022.
 
Selama menjalani hukuman di Lapas Perempuan Malang, A tidak pernah menimbulkan keributan. Selain itu, A kooperatif saat dimintai informasi baik oleh internal lapas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Begitu juga saat pendampingan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selalu kooperatif," ujar Wisnu. 
 
Sementara itu, Kalapas Perempuan Tri Anna Aryati menyatakan A tidak pernah mendapatkan hak remisi, asimilasi maupun integrasi. Pasalnya, A tidak pernah mengikuti pembinaan kepribadian maupun kemandirian karena alasan tertentu. 
 
Baca: Kelompok NII Pintar Menyembunyikan Jati Diri
 
Selain itu, A tidak menghendaki menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
 
"Sejak awal di sini kami telah memberikan hak untuk mengikuti pembinaan kemandirian
seperti merajut, membatik, memasak maupun kepribadian di pondok pesantren lapas, namun karena alasan kesehatan, A tidak bisa mengikuti semua pembinaan tersebut,” ucap Tri Anna.
 
Tri Anna berharap A dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ia juga berharap A diterima masyarakat. 
 
“Di dalam blok hunian, dia merupakan pribadi yang ramah dan tidak memiliki keluhan apapun saat berkomunikasi dengan rekannya,” ujar dia.
 
A dijemput langsung suaminya. Lapas Perempuan Malang telah berkoordinasi dengan Densus 88 Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Sukun. 
 
Sebelumnya, majelis hakim dari PN Jakarta Timur memvonis A dengan hukuman lima tahun penjara. A juga dijatuhi denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan sesuai dengan Pasal 15 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme. 
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif