Bangunan tempat tinggal warga Gunungkidul yang berdempetan dengan kandang sapi. Medcom.id/ahmad mustaqim
Bangunan tempat tinggal warga Gunungkidul yang berdempetan dengan kandang sapi. Medcom.id/ahmad mustaqim

Bantuan Datang untuk Keluarga yang Tinggal di Kandang Sapi

Ahmad Mustaqim • 03 September 2021 00:35
Gunungkidul: Sejumlah bantuan mulai datang untuk keluarga Ngadiono, 52, di Dusun Kedungranti, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah pihak sudah datang langsung mengulurkan bantuan bagi keluarga yang tinggal berdampingan dengan kandang sapi itu.
 
Di media sosial, beberapa pihak memberikan bantuan yang terbalut dalam kardus. Ada pula yang memberikan bantuan uang.
 
Baca: Gubernur Sumsel Berharap Proyek Pembangunan Bendungan Tiga Haji Segera Rampung

Terbaru tim penggerak PKK Kabupaen Gunungkidul menyatakan berencana membantu Ngadiono kembali ke rumahnya. Ngadiono sebelum memiliki rumah hasil bantuan sebagai korban gempa 2006, namun diserahkan ke bank untuk pelunasan utang.
 
"Harapannya bisa mendapatkan rumah yang sempat dijual (Ngadiono). Mungkin nanti diusahkan bantuan untuk membelinya lagi," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul, Diah Purwanti Sunaryanta, Kamis, 2 September 2021.
 
Tim tersebut mengambil langkah awal dengan memindahkan Ngadiono beserta istri dan sejumlah anaknya tinggal di rumah orang tua. Tempat tinggal mereka yang berdampingan dengan kandang sapi dan dinding terpal serta berdekatan sungai Oya tidak layak.
 
"Sekarang sudah pindah ke rumah yang lebih layak dan tidak di kandang lagi," jelas Diah.
 
Rumah orang tua Ngadiono tidak jauh jaraknya. Langkah memindahkan itu menjadi pilihan sementara sembari menyiapkan bantuan lain.
 
"Kami akan bantu pak Ngadiono menempati rumahnya (kembali). Saya akan upayakan," ungkapnya.
 
Keluarga Ngadiono tinggal berdempetan dengan kandang sapi selama beberapa bulan terakhir. Ia tinggal di sana sambil mengurusi ternak keluarganya.
 
Singkat cerita, keluarga Ngadiono terjerat banyak utang. Mulai dari perbankan, koperasi syariah, sampai rentenir. Rumah dan sepeda motor habis karena dijadikan jaminan utang.
 
Ngadiono juga sempat merantau ke luar Jawa dengan harapan dapat pekerjaan dan bisa melunasi utang. Kepergiannya ke Sumatra tak dapat hasil dan nasib keluarga kian memprihatinkan.
 
Ngadiono tinggal bersama istrinya, Sumini, 44, serta tiga anaknya. Sedangkan dua anaknya yang lain sudah berkeluarga dan ada yang bekerja.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>