Penangkapan delapan pemuda yang terlibat pertarungan jalanan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 4 Agustus 2021. Medcom.id/Syawaluddin
Penangkapan delapan pemuda yang terlibat pertarungan jalanan, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 4 Agustus 2021. Medcom.id/Syawaluddin

Polisi Buru Admin Akun Instagram Makassar Street Fight

Muhammad Syawaluddin • 04 Agustus 2021 20:13
Makassar: Tim Gabungan Reskrim Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Sulsel mengejar sejumlah pelaku tarung bebas liar yang videonya viral di media sosial. Polisi kini memburu admin akun instagram Makassar Street Fight.
 
"Kami masih mencari admin ataupun panitia kegiatan ini," kata, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rahman, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 4 Agustus 2021.
 
Fathur mengatakan polisi masih memeriksa delapan orang yang ditangkap. Keterangan digali untuk mencari dalang dibalik akun Makassar Street Fight yang dan melakukan pertarungan ilegal untuk pemuda di Kota Makassar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan grup percakapan yang berisi petarung dan panitia. Melalui grup itu, panitia mengatur jadwal dari tiap petarung yang telah mendaftar.
 
"Sedang kami lakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku untuk mencari informasi terkait panitia dan lainnya," jelasnya.
 
Baca: 8 Pelaku Tarung Bebas Ilegal di Makassar Ditangkap
 
Polisi masih mengejar orang yang diduga terlibat dalam pertarungan jalanan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut. Para pelaku diketahui berpindah lokasi demi menghindari kejaran aparat.
 
"Rata-rata mereka di bawah umur ada juga dewasa. Akun masih diselidiki siapa pemiliknya, mereka juga memiliki satu grup dan mereka masih menghindari kejaran kepolisian," jelasnya lagi.
 
Sebelumnya, beredar dua video aksi pertarungan duel dengan tangan kosong di salah satu tempat di Makassar. Para petarung terlihat masih berusia muda dan ada wasit yang memandu pertandingan.
 
Pertarungan ini bak kompetisi adu gulat seperti MMA. Hanya saja tanpa pengaman dan matras sehingga memudahkan petarung terluka secara langsung.
 
Terdapat dua video pertarungan itu tersebar berdurasi 01.30 menit. Kegiatan ilegal ini diduga terorganisir karena setiap calon petarung harus mendaftarkan melalui akun Street Fight untuk disetujui pelaksanaannya. Akun ini juga mengunggah jadwal dan nama peserta yang akan bertarung pada malam hari.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif