Separatis Penyandera Guru dan Paramedis Terus Diburu
Ilustrasi. (Medcom.id/Rakhmat Riyandi)
Jakarta: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menyandera 15 guru dan paramedis yang bertugas di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, selama 14 hari. Satu di antara sandera bahkan mengalami pemerkosaan.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengungkapkan peristiwa penyanderaan bermula ketika pengiriman guru dan tenaga medis tidak dikoordinasikan terlebih dulu kepada pihak keamanan. 

"Dari segi geografis memang susah tempatnya, tidak ada sinyal. Pemda juga mengirim guru dan medis tidak koordinasi. Setelah penyanderaan kepala sekolah baru melaporkan ketika sandera akan dievakuasi," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 24 Oktober 2018.


Aidi memastikan pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran terhadap anggota KKB dengan membentuk satuan tugas operasi penegakan hukum dari TNI dan Polri. Namun proses penegakan hukum terhadap pelaku penyanderaan mengalami kendala.

Menurut Aidi ada pihak-pihak yang sengaja memberikan perlindungan terhadap separatis bahkan KKB tak segan meminta dukungan dan mencari perlindungan dari otoritas pemerintah setempat. 

"Ada yang minta TNI dan Polri ditarik dari Papua bahkan Satgas Penegakan Hukum dihentikan. Ini kan biadab. Kalau ada yang mendukung kegiatan ini mereka jauh lebih biadab," kata dia.

Aidi mengatakan pengiriman guru dan paramedis ke Mapenduma diketahui oleh pemda setempat namun ia menyayangkan pernyataan Sekretaris Daerah Mapenduma yang menyebut tidak ada penyanderaan seakan melindungi aktivitas KKB. 

Padahal guru dan paramedis datang untuk memperbaiki masa depan masyarakat di wilayah tersebut dari segi pendidikan dan kesehatan. Namun yang didapatkan, masa depan tim justru direnggut oleh orang tak bertanggung jawab bahkan dengan bertaruh nyawa.

"Bukannya prihatin dengan apa yang dialami guru dan paramedis, malah membantu pelaku dan mendukung penyanderaan," ungkapnya.

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku belum memeriksa secara detail terkait penugasan guru dan paramedis ke Mapenduma. Namun dia memastikan tanggung jawab penugasan kewenangan pemda setempat. 

Ia mengatakan perlu koordinasi dan kerja sama yang lebih intensif di setiap lembaga khususnya pendidikan dan kesehatan dengan aparat keamanan. Pasalnya, kasus penyanderaan bukan yang pertama kali terjadi.

"Dalam waktu dekat saya akan ke sana mengecek kembali. Tapi hal seperti ini jangan sampai mengendurkan niat untuk memberikan pelayanan pada masyarakat di wilayah tidak aman seperti ini," jelasnya.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id