Butuh Ribuan Petugas untuk Bangun Huntara di Sulteng

Antara 23 Oktober 2018 12:33 WIB
Gempa Donggala
Butuh Ribuan Petugas untuk Bangun Huntara di Sulteng
Sejumlah anak terdampak likuifaksi bermain di sekitar tenda Kamp Pengungsi Terpadu di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018). ANTARA FOTO/Basri Marzuki.
Palu: Pembangunan hunian sementara (huntara) di Sulawesi Tengah yang sedang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membutuhkan bantuan ribuan tenaga kerja.

"Tenaga kerja lokal yang mau bekerja bisa mendaftarkan diri untuk ikut membangun huntara tersebut," kata Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Komunikasi, Rudy Novrianto saat dihubungi, Selasa, 23 Oktober 2018.

Baca: Antisipasi dan Penanganan Bencana Harus jadi Prioritras


Rudy menjelaskan, Kementerian PUPR sudah memulai pembangunan 1.200 huntara yang ditangani sejumlah BUMN lingkup Kementerian PUPR seperti PT. Wijaya Karya, PT. Hutama Karya, PT. Adhy Karya, dan PT. Nindya Karya.

Setiap unit huntara terdiri atas 12 bilik, dan satu bilik akan ditempati satu keluarga sehingga secara total huntara ini bisa menampung 14.400 kepala keluarga. Bila satu unit huntara membutuhkan 10 pekerja, kebutuhan tenaga kerja akan mencapai 12.000 orang.

Rudy tidak menyebutkan secara rinci soal upah kerja, namun dia menegaskan bahwa upah akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku di daerah ini berdasarkan keahlian masing-masing, apakah dia tukang atau pembantu tukang.

"Saya kira ini peluang kerja yang bisa dimanfaatkan oleh warga setempat, termasuk para korban gempa kalau mau, walau sifatnya jangka pendek, sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan-bantuan sosial dan tenaga relawan," jelas Rudy.

Baca: Pemerintah Diminta Kebut Pembangunan Ekonomi Sulteng

Rudy juga mengakui bahwa pihaknya sulit mencari tenaga kerja untuk mendirikan huntara tersebut, padahal hunian ini harus segera diselesaikan.

Proses pembangunan 1.200 unit huntara Kementerian PUPR ini, kata Rudy, masih dalam tahap pembuatan rumah contoh (mock-up) sebanyak lima unit di Kelurahan Duyu dan dua unit di Kelurahan Petobo.

"Dari bangunan contoh itu akan diketahui berapa lama waktu dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap unit dan berapa banyak kebutuhan tenaga kerja sehingga bisa ditentukan kapan unit-unit huntara ini bisa diselesaikan dan dihuni warga," beber Rudy.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi kebutuhan huntara untuk korban gempa di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong sekitar 5.000 unit berdasarkan jumlah pengungsi saat ini sekitar 66.000 orang.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id