Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalani sidang lanjutan perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah
Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalani sidang lanjutan perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah

Lebih Murah, Jemaah ABU Tours Pilih Daftar Lewat Agen

Nasional penipuan ibadah umrah Abu Tours Travel
Andi Aan Pranata • 17 Oktober 2018 13:05
Makassar: Sidang perkara perusahaan travel umrah bermasalah ABU Tours kembali bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 17 Oktober 2018. Sidang lanjutan dengan terdakwa Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba menghadirkan empat saksi dari jaksa penuntut umum.
 
Salah satu saksi bernama Fitriani menceritakan pengalamannya menjadi salah satu korban dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Dia merupakan salah satu jemaah ABU Tours yang dijanjikan berangkat umrah pada Januari-Februari 2018.
 
"Saya melunasi (ongkos) sejak April 2018 di (kantor ABU Tours) jalan AP Pettarani," kata Fitri pada sidang yang dipimpin Hakim Lumban Tobing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fitriani berkisah, dia mendatangi kantor ABU Tours di Makassar pada Februari 2017. Dia bermaksud menanyakan tentang promo umrah seharga Rp32 juta untuk dua kursi jemaah pada pemberangkatan November-Desember di tahun yang sama. Fitri berencana beribadah ke Tanah Suci bersama kakaknya, namun paket yang diinginkan sudah habis.
 
Oleh karyawan ABU Tours, Fitri ditawari paket umrah senilai Rp34 juta untuk dua orang, pada jadwal keberangkatan Januari-Februari 2018.
 
"Di sana saya ketemu agen bernama Karolin. Kata dia kebetulan ada dua kursi untuk Januari-Februari 2018 seharga Rp31 juta. Paket sembilan hari," ujarnya.
 
Fitri mengaku memilih tawaran agen karena lebih murah. Sayangnya, niat berangkat umrah tidak kesampaian karena ABU Tours mulai kesulitan memberangkatkan jemaah pada awal tahun 2018.
 
"Kalau tahu akan bermasalah, saya tidak bakal mendaftar," dia melanjutkan.
 
Karolin, agen yang disebut oleh Fitriani, turut dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Dia mengaku berstatus sub agen, yang berkoordinasi dengan agen bernama Erna. Namun Karolin juga tetap berhubungan dengan kantor ABU Tours.
 
Karolin mengatakan, dia membawahi 108 jemaah umrah ABU Tours yang gagal berangkat. Jemaah awalnya dijadwalkan berangkat bertahap, dari Januari 2018 hingga tahun 2019. Dari total itu, dia menghimpun dana setoran senilai Rp1,8 miliar.
 
"Sebagian dana disetor ke agen, sebagian langsung ke ABU Tours. Semuanya belum berangkat," katanya.
 
Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba disidang dengan dakwaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah umrah. Dia disebut menelantarkan 96 ribu lebih jemaah dari 16 provinsi.
 
Karolin menilai ABU Tours banyak mendapatkan jemaah lewat jejaring agen. Agen yang tersebar aktif menghimpun konsumen karena iming-iming keuntungan. Selain fee uang, agen juga dijanjikan gratis satu kursi umrah setiap berhasil menjual sepuluh paket kepada masyarakat.
 
"Setiap jemaah yang ke ABU Tours juga selalu diarahkan ke agen karena lebih murah. Tidak tahu alasannya kenapa begitu," dia menambahkan.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif