medcom.id, Tasikmalaya: Seiring datangnya musim penghujan, masyarakat diharapkan lebih waspada akan kemungkinan kemunculan berbagai penyakit yang menyerang unggas, seperti ayam, bebek, dan itik.
Dengan cuaca dan kelembaban suhu udara ketika hujan, penyebaran penyakit unggas seperti Newcastel Diseas (tetelo) dan H5N1 (flu burung) diketahui bisa berkembang dengan cepat.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Idik S Abdulah, kondisi fisik dan stres pada hewan meningkat seiring dengan datangnya musim penghujan.
Daya tahan unggas pun menjadi lemah dan mereka rentan terkena virus. Maka tidak heran bila banyak ditemukan kasus ayam mati secara mendadak. Akan tetapi pihak dinas belum bisa memastikan penyebab kematian unggas tersebut sebelum melakukan pengujian labolatorium.
"Kami harus melakukan uji labolatorium pada kasus matinya ayam atau bebek, sebab dengan cara itu akan diketahui kematiannya akibat tetelo atau flu burung," ujarnya.
Sejumlah wilayah rawan flu burung dan kematian unggas yakni Kecamatan Sukaratu, Kadipaten, Leuwisari, Sariwangi, Cigalontang, Salawu, Rajapolah, dan Cibalong. Di daerah tersebut tercatat beberapa kali kasus kematian unggas jenis ayam dan itik dalam jumlah yang cukup banyak.
Kasus terakhir, Idi mengungkapkan kasus kematian unggas jenis itik dengan jumlah banyak terjadi di akhir tahun 2012 di Kecamatan Sukaratu, serta di awal tahun 2014 matinya puluhan ayam akibat flu burung di Kecamatan Cibalong.
Secara terpisah, Hendi, warga Bebedahan, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, mengatakan banyak ayam sudah satu bulan ini secara mendadak mati. Kematian itu disebabkan batuk.
"Kami berharap petugas kesehatan di Kota Tasikmalaya harus secepatnya mengambil tindakan," harapnya.
medcom.id, Tasikmalaya: Seiring datangnya musim penghujan, masyarakat diharapkan lebih waspada akan kemungkinan kemunculan berbagai penyakit yang menyerang unggas, seperti ayam, bebek, dan itik.
Dengan cuaca dan kelembaban suhu udara ketika hujan, penyebaran penyakit unggas seperti Newcastel Diseas (tetelo) dan H5N1 (flu burung) diketahui bisa berkembang dengan cepat.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Idik S Abdulah, kondisi fisik dan stres pada hewan meningkat seiring dengan datangnya musim penghujan.
Daya tahan unggas pun menjadi lemah dan mereka rentan terkena virus. Maka tidak heran bila banyak ditemukan kasus ayam mati secara mendadak. Akan tetapi pihak dinas belum bisa memastikan penyebab kematian unggas tersebut sebelum melakukan pengujian labolatorium.
"Kami harus melakukan uji labolatorium pada kasus matinya ayam atau bebek, sebab dengan cara itu akan diketahui kematiannya akibat tetelo atau flu burung," ujarnya.
Sejumlah wilayah rawan flu burung dan kematian unggas yakni Kecamatan Sukaratu, Kadipaten, Leuwisari, Sariwangi, Cigalontang, Salawu, Rajapolah, dan Cibalong. Di daerah tersebut tercatat beberapa kali kasus kematian unggas jenis ayam dan itik dalam jumlah yang cukup banyak.
Kasus terakhir, Idi mengungkapkan kasus kematian unggas jenis itik dengan jumlah banyak terjadi di akhir tahun 2012 di Kecamatan Sukaratu, serta di awal tahun 2014 matinya puluhan ayam akibat flu burung di Kecamatan Cibalong.
Secara terpisah, Hendi, warga Bebedahan, Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, mengatakan banyak ayam sudah satu bulan ini secara mendadak mati. Kematian itu disebabkan batuk.
"Kami berharap petugas kesehatan di Kota Tasikmalaya harus secepatnya mengambil tindakan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADF)