ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Stunting di Banyuwangi Masih Tersisa 2.704 Kasus

Amaluddin • 02 Desember 2022 06:48
Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, mengeklaim program Banyuwangi Tanggap Stunting (BTS) berhasil tekan kasus stunting. Di mana ada 4.371 kasus stunting pada 2021, menurun drastis jadi 2.704 kasus pada 2022.
 
"Kita punya mimpi di tahun 2024, angka stunting di Banyuwangi di bawah 14 persen, atau bahkan zero pada beberapa tahun lagi ke depannya," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meninjau penanganan stunting di Desa (Bunga Desa), Kamis, 1 Desember 2022.
 
Ipul mengaku pihaknya terus berupaya melakukan penanganan stunting dengan melibatkan berbagai pihak. Kata Ipuk, penurunan stunting menjadi salah satu prioritas Pemkab Banyuwangi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu yang dilakukan dalam program BTS ini, kata Ipuk, adalah pemberian makanan tambahan (PMT) secara rutin kepada anak-anak penderita stunting maupun yang berpotensi mengalami stunting.
 
"Sebulan sekali, kita juga gerakkan ribuan ASN untuk belanja makanan bergizi untuk lewat Hari Belanja UMKM, hasilnya kita donasikan untuk penanganan stunting," ucap dia.
 
Menurut Ipuk, permasalahan stunting masih menjadi kendala besar dalam menyiapkan generasi unggul dan kompetitif. Untuk itu, percepatan penanganannya harus terus digencarkan. 
 
Saat ini prevalensi stunting di Banyuwangi adalah 20 persen, lebih rendah dibanding rata-rata kabupaten/kota se-Jatim yang sebesar 23,5 persen.
 
"Maka itu untuk tenaga kesehatan harus rutin datang jemput bola memeriksa tumbuh kembangnya anak di setiap desa. Pemerintah tidak bisa sendiri dalam penanganan stunting ini. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bergotong royong menekan stunting di Banyuwangi," ujarnya.
 
Baca: KSAD Bantu Pencegahan Stunting di Kabupaten Tangerang
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan pemberian PMT merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. PMT diberikan sesuai kondisi anak dan faktor penyebab stunting.
 
"Misalnya, untuk penderita stunting yang usianya kurang dari dua tahun, diberikan bahan pangan berprotein tinggi dengan harapan kondisinya segera membaik," ujar dia.
 
Selain penanganan, Pemkab juga telah melakukan sejumlah upaya preventif. Mulai melakukan pendampingan kepada remaja putri, calon pengantin, hingga ibu hamil beresiko tinggi.
 
"Selain PMT, mereka juga diintervensi sesuai faktor penyebabnya. Misalnya, dibangunkan MCK jika alasan stunting karena lingkungan," kata Amir.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif