Mendes PDTT Rayakan HUT ke-73 RI di Desa
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Jakarta: Pusat perayaan HUT ke-73 RI berlangsung di Istana Negara di Jakarta, bersama Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta jajaran staf pemerintahan lainnya. Namun, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo memilih merayakannya di desa.

Suksesor Marwan Jafar itu menjadi inspektur upacara hari Kemerdekaan RI di Desa Bukit Peninjauan II, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Jumat, 17 Agustus 2018.

Pantauan medcom.id/Medcom.id, upacara HUT ke-73 RI dilangsungkan di sebuah lapangan sepak bola. Peserta upacara memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Mereka terdiri atas unsur kepolisian, TNI, Siskamling, aparatur pemerintahan daerah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mahasiswa, siswa SLTA, SMP, SD, dan masyarakat.


Dalam pidatonya, Menteri Eko menyampaikan komitmen pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di seluruh wilayah dan sektor. Komitmen tersebut tertuang dalam Nawacita ketiga. "Yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan," kata Menteri Eko.

Politikus PKB itu menyebutkan, bentuk komitmen pembangunan diwujudkan melalui program Dana Desa. Jumlah dana yang disalurkan melalui program yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sejak 2015 itu mencapai Rp187,65 triliun.

"Kebijakan Dana Desa bukan hanya yang pertama di Indonesia, namun juga merupakan kebijakan pertama dan terbesar di dunia yang mencakup 74.957 desa," ujarnya.

Program yang bertujuan untuk membangun dan mengembangkan potensi desa itu dinilai berhasil. Tercatat, Dana Desa dan program pembangunan desa lainnya telah berhasil menurunkan angka desa tertinggal sebanyak 8.035 desa.


(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

"Artinya, target pemerintah dalam RPJMN Tahun 2015-2019 untuk mengurangi 5 ribu desa tertinggal telah terpenuhi. Selain itu, sebanyak 2.318 desa statusnya telah menjadi desa mandiri. Capaian ini juga sudah memenuhi target di dalam RPJMN, yaitu meningkatkan 2 ribu desa mandiri," kata Menteri Eko.

Meski sudah menuai manfaat, Eko menyebutkan tugas pemerintah belum selesai. Dia mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk mendukung percepatan pembangunan di desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.

"Mari terus bekerja dan menorehkan prestasi-prestasi membanggakan untuk memperkuat rasa bangga dan keyakinan kita terhadap bangsa Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Teruslah bekerja, teruslah berinovasi dan teruslah berprestasi. Kerja kita prestasi bangsa," ujar dia.

Selesai memimpin dan memotivasi masyarakat untuk bersama membangun desa, Eko langsung menyerahkan bantuan untuk Kabupaten Seluma, Bengkulu. Jenis bantuan yang dialokasikan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendes PDTT yakni berupa 25 mobil pick up untuk 25 BUMDes untuk memudahkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Selain itu, Menteri Eko juga menyerahkan hibah bantuan perangkat early warning system (EWS) untuk Desa Pasar Ngalam dan Ngapal Jungur, peresmian bronjong sepanjang 117 meter di Desa Bukit Peninjauan II. Selanjutnya, peresmian Sarana Air Bersih untuk lebih kurang 100 KK di desa Talang Giring dan Desa Arang Sapat.


(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)


Setelah menyerahkan bantuan, Menteri Eko mampir ke pasar murah yang menyajikan produk pangan olahan masyarakat dan paket sembako hasil kerja sama dengan BNI dan Bulog. Pasar murah itu dibuka secara simbolis dengan penyerahan paket bahan sembako kepada masyarakat.

Kemudian, Menteri Eko meninjau salah satu unit Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) di Desa Bukit Peninjauan, yaitu penyaluran bahan bakar minyak (BBM) eceran. 

Pada penghujung perayaan HUT ke-73 RI di Desa Bukit Peninjauan, Eko meresmikan Gedung Perpustakaan Lestari. Perpustakaan tersebut dibangun menggunakan Dana Desa tahun 2017-2018.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Gedung Perpustakaan Lestari saya resmikan," kata Menteri Eko sambil menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian.


(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)


Didampingi Kepala Desa Bukit Peninjauan II Tatik Winarti, Eko melihat persediaan buku yang dimiliki perpustakaan tersebut. "Ini buku jenis apa saja dan dari mana," ucap Menteri Eko bertanya kepada Tatik.

Menjawab pertanyaan Eko, Tatik menjelaskab bahwa persediaan buku berasal dari bantuan  Perpustakaan Nasional dan Provinsi Bengkulu. Ada pun jenis buku yang ada di perpustakaan tersebut beragam.

"Tidak hanya buku untuk anak-anak, di sini juga ada buku umum untuk kelompok dewasa seperti pengembangan holtikultura dan lainya," kata Tatik.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id