Banyuwangi memiliki beragam pesona mulai dari keindahan alam laut dan pegunungan hingga berbagai tradisi dan budaya yang melekat hidup bersama masyarakatnya. Salah satu ciri khas dari kota yang dijuluki bumi blambangan ini adalah musik gendang kempul.
Gendang kempul sendiri merupakan sebuah bunyi suara gendang yang ditemani dengan lantunan musik ala pesisir pantai. Biasanya musik gendang kempul dibawakan saat acara resepsi atau seremonial.
Sutrisno salah satu maestro musik Banyuwangi mengatakan gendang kempul mulai bergeliat kembali di daerahnya sekitar tahun 1970an pasca mati suri. Memasuki 1990 banyak pemusik lokal yang melakukan berbagai inovasi terhadap musik tersebut.
“Saya kelahiran Banyuwangi asli, jadi senang dengan lagu daerah. Saya membuat musik lebih modern dengan tambahan melodi,” tuturnya.
Inovasi musik gendang kempul kini mampu menarik minat masyarakat untuk selalu menonton pagelaran yang disajikan dalam berbagai acara. Ini menjadi bukti tersendiri bahwa musik ini mendapat tempat di hati mereka.
“Kehadiran gendang kempul dan inovasinya juga ternyata membawa berkah bagi para penyanyinya. Tercatat di Banyuwangi ada beberapa penyanyi lokal yang namanya cukup dikenal masyarakat,” ungkap Sutriono kembali.
Musik Kendang Kempul adalah identitas Banyuwangi yang harus di jaga terutama oleh anak-anak muda. Teknologi bisa menjadi media untuk terus mempopulerkan gendang kempul ke masyarakat luas tapi teknologi juga bisa menjadi penghancur.
Kisah kejayaan musik Kendang Kempul ini di rekam dalam film dokumenter berjudul " Menapaki Jejak Musik di Tanah Blambangan," yang akan tayang dalam program Melihat Indonesia pada pukul 08.30 WIB, Minggu, 11 April 2021.
Banyuwangi memiliki beragam pesona mulai dari keindahan alam laut dan pegunungan hingga berbagai tradisi dan budaya yang melekat hidup bersama masyarakatnya. Salah satu ciri khas dari kota yang dijuluki bumi blambangan ini adalah musik gendang kempul.
Gendang kempul sendiri merupakan sebuah bunyi suara gendang yang ditemani dengan lantunan musik ala pesisir pantai. Biasanya musik gendang kempul dibawakan saat acara resepsi atau seremonial.
Sutrisno salah satu maestro musik Banyuwangi mengatakan gendang kempul mulai bergeliat kembali di daerahnya sekitar tahun 1970an pasca mati suri. Memasuki 1990 banyak pemusik lokal yang melakukan berbagai inovasi terhadap musik tersebut.
“Saya kelahiran Banyuwangi asli, jadi senang dengan lagu daerah. Saya membuat musik lebih modern dengan tambahan melodi,” tuturnya.
Inovasi musik gendang kempul kini mampu menarik minat masyarakat untuk selalu menonton pagelaran yang disajikan dalam berbagai acara. Ini menjadi bukti tersendiri bahwa musik ini mendapat tempat di hati mereka.
“Kehadiran gendang kempul dan inovasinya juga ternyata membawa berkah bagi para penyanyinya. Tercatat di Banyuwangi ada beberapa penyanyi lokal yang namanya cukup dikenal masyarakat,” ungkap Sutriono kembali.
Musik Kendang Kempul adalah identitas Banyuwangi yang harus di jaga terutama oleh anak-anak muda. Teknologi bisa menjadi media untuk terus mempopulerkan gendang kempul ke masyarakat luas tapi teknologi juga bisa menjadi penghancur.
Kisah kejayaan musik Kendang Kempul ini di rekam dalam film dokumenter berjudul " Menapaki Jejak Musik di Tanah Blambangan," yang akan tayang dalam program Melihat Indonesia pada pukul 08.30 WIB, Minggu, 11 April 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)