Ilustrasi--Dua petugas Pemkot Surabaya sedang menata bantuan sosial (banso) di Posko Surabaya Peduli yang ada di halaman Balai Kota Surabaya. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)
Ilustrasi--Dua petugas Pemkot Surabaya sedang menata bantuan sosial (banso) di Posko Surabaya Peduli yang ada di halaman Balai Kota Surabaya. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Pemkot Surabaya Tolak 11.546 Usulan Bansos dari Warga

Nasional dana bansos Bansos Bantuan Pangan Nontunai Bantuan Langsung Tunai Bantuan Sosial Tunai
Antara • 13 September 2021 09:37
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menolak sebanyak 11.546 usulan bantuan sosial (bansos) dari warga karena setelah dicek warga tersebut sudah mendapatkan bansos dari instansi pemerintah yang lain.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya M Fikser mengatakan, sejak aplikasi Usul Bansos diluncurkan pada Agustus 2021, ada sebanyak 29.284 usulan bansos yang diajukan pemohon melalui aplikasi itu.
 
"Dari total jumlah 29.284 usulan bansos tersebut, sebanyak 6.187 di antaranya telah diterima. Sedangkan 11.546 usulan ditolak dan 11.551 lainnya belum diverifikasi," kata Fikser, Senin, 13 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fikser menyatakan sebanyak 6.187 usulan bansos yang sudah diterima, akan mendapatkan bantuan dalam seminggu ini. Pemkot sedang menyiapkan distribusi paket bantuan.
 
Baca juga: BMKG Yogyakarta Terbitkan Peringatan Dini Cuaca
 
Sedangkan 11.546 usulan yang ditolak, kata Fikser, lantaran warga sudah mendapatkan bantuan, seperti bantuan BST (Bantuan Sosial Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kementerian Sosial (Kemensos) maupun sembako dari Pemkot Surabaya serta Pemerintah Provinsi Jatim.
 
"Kalau usulan ditolak itu karena setelah dicek oleh sistem, oh si A ini pernah dapat bantuan. Jadi ini otomatis langsung keluar," kata Fikser.
 
Khusus 11.551 jumlah usulan yang belum diverifikasi, Fikser menyebut, saat ini masih proses. Verifikasi itu tak hanya melalui sistem aplikasi Usul Bansos, tapi juga dilakukan di lapangan oleh petugas kelurahan dan kecamatan.
 
"Jadi, verifikasi di lapangan itu sampai sekarang masih terus dilakukan oleh teman-teman kecamatan dan kelurahan," ujarnya.
 
Baca juga: Serang Posramil Maybrat, Polisi Buru Ketua KNPB Kisor
 
Fikser memastikan, dengan aplikasi Usul Bansos, sangat kecil kemungkinan terjadi usulan ganda. Sebab, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Surabaya, pemkot sudah memiliki data bansos jenis apa yang sudah diterimanya.
 
"Misalnya dia dapat PKH atau BPNT itu sudah ada datanya. Atau dia sudah dapat bantuan JPS (Jaring Pengaman Sosial) dari pemprov, pemko, atau CSR dari pemkot yang pernah diberikan itu juga ada datanya," ujarnya.
 
Selain itu, Fikser juga menjelaskan, apabila terjadi kendala dalam aplikasi Usul Bansos, bisa dipastikan pemohon salah input data. Atau, bisa pula pemohon tersebut salah dalam memasukan captcha sebagai autentikasi keamanan.
 
"Ketika ada yang bilang tidak bisa mengusulkan itu memang dia tidak memahami, atau bisa saja dia keliru input captcha. Kadang-kadang dia memasukkannya salah," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif