Petugas pemeriksaan di check point perbatasan Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Medcom.id/Farhan)
Petugas pemeriksaan di check point perbatasan Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Medcom.id/Farhan)

PSBB di Bogor Berdampak Positif ke Tangerang Raya

Farhan Dwitama • 18 April 2020 11:21
Tangerang: Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), di Tangerang Raya, Banten, mulai berlangsung hari ini, Sabtu, 18 April 2020. Pantauan di perbatasan Tangerang-Bogor, aktivitas masyarakat cenderung menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.
 
"Hari pertama masih cukup ramai, meski tidak seramai biasanya," ungkap Kanit Lalu Lintas Polsek Pagedangan Iptu R Gunawan, di check point perbatasan Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 18 April.
 
Gunawan mengaku penerapan PSBB di wilayahnya cukup terbantu dengan pemberlakuan kebijakan yang sama di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Masyarakat pun mulai memahami apa saja yang boleh dan dilarang dilakukan selama PSBB.

"Ini hari pertama di Tangerang dan hari keempat di Kabupaten Bogor, efek (positif) buat kita sangat terasa. Karena masyarakat sudah lebih memahami dan mau menaati aturan yang ada," ucap dia.
 
Baca juga: Produksi Masker di Kulon Progo dari Warga untuk Warga
 
Menurut Gunawan, jarang sekali petugas mendapati pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum tidak menaati aturan PSBB. Meskipun pelanggaran masih ditemukan.
 
"Ada satu dua pengendara yang belum pakai masker dan tidak melengkapi kendaraan. Kalau yang rumahnya dekat, kami suruh kembali, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya,
 
Pantauan di Jalan Raya Parungpanjang, yang menghubungkan dua wilayah Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, dengan Kecamatan Parungpanjang di Kabupaten Bogor, lalu lintas kendaraan tampak ramai lancar. 
 
Namun beberapa kendaraan, didominasi roda empat milik pribadi, belum sepenuhnya menaati aturan berkendara selama PSBB, yakni hanya mengisi satu penumpang di depan, dua di tengah, dan satu di belakang.
 
"Masih kita temukan di baris depan itu diisi pengemudi dan penumpang. Padahal baris kedua dan ketiganya, juga kosong. Inikan masalah kebiasan, jadi kita tegur dan diminta pindah posisi," jelas Iptu Gunawan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>