medcom.id, Jakarta: Pencarian pesawat twin otter milik Aviastar kembali dilanjutkan. Kekuataan udara untuk mencari pesawat yang hilang kontak itu ditambah.
"Pesawat ada satu tambahan dari PT Bosowa. Dua heli dari Angkatan Darat dan PT Bosowa sama dengan dua pesawat twin otter Aviastar jadi seluruhnya empat pesawat," ujar Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Brigjen TNI Marinir Ivan saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (4/10/2015).
Basarnas tidak menambah kekuataan pencarian melalui jalur darat. Pencarian darat masih mengerahkan 125 personel gabungan TNI, Polri, serta masyarakat di lokasi kontak terakhir pesawat sebelum dinyatakan hilang.
Pencarian pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV 7503 itu sudah dilangsungkan sejak pukul 06.00 waktu setempat menggunakan darat. Sedang dengan udara, operasi pencarian dimulai pukul 07.00 waktu setempat.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian pagi ini dilaporkan baik. "Saya lihat bagus cuacanya, cerah," tambah dia.
Operasi hari pertama pencarian pesawat Aviastar yang hilang kontak, dianggap gagal. Kepala Basarnas, Marsekal Madya Felicianus Henry Bambang Soelistyo, dalam keterangannya di Media Center Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjelaskan pencarian dianggap gagal karena tim gabungan Basarnas yang menyisir daratan dan memantau dari udara belum menemukan tanda-tanda titik hilangnya pesawat.
“Kita gagal dalam operasi pencarian hari pertama ini. Besok pagi akan kita lanjutkan lagi dengan memperluas area pencarian,” ujar Bambang didampingi Deputi Operasional Basarnas, Marsekal Muda Sudipo Handoyo, dan pejabat Kementerian Departemen Perhubungan, Agus, Sabtu (3/10/2015).
Pencarian terhambat karena lokasi pencarian 80 persen adalah wilayah pegunungan, perbukitan, dan jurang terjal. Ditambah cuaca berkabut, khususnya di sektor tiga dan empat, yang tidak memungkinkan pesawat mencari.
(Baca: Pencarian Aviastar Diperluas)
medcom.id, Jakarta: Pencarian pesawat twin otter milik Aviastar kembali dilanjutkan. Kekuataan udara untuk mencari pesawat yang hilang kontak itu ditambah.
"Pesawat ada satu tambahan dari PT Bosowa. Dua heli dari Angkatan Darat dan PT Bosowa sama dengan dua pesawat twin otter Aviastar jadi seluruhnya empat pesawat," ujar Direktur Operasi dan Latihan Basarnas, Brigjen TNI Marinir Ivan saat dihubungi
Metrotvnews.com, Minggu (4/10/2015).
Basarnas tidak menambah kekuataan pencarian melalui jalur darat. Pencarian darat masih mengerahkan 125 personel gabungan TNI, Polri, serta masyarakat di lokasi kontak terakhir pesawat sebelum dinyatakan hilang.
Pencarian pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV 7503 itu sudah dilangsungkan sejak pukul 06.00 waktu setempat menggunakan darat. Sedang dengan udara, operasi pencarian dimulai pukul 07.00 waktu setempat.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian pagi ini dilaporkan baik. "Saya lihat bagus cuacanya, cerah," tambah dia.
Operasi hari pertama pencarian pesawat Aviastar yang hilang kontak, dianggap gagal. Kepala Basarnas, Marsekal Madya Felicianus Henry Bambang Soelistyo, dalam keterangannya di Media Center Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjelaskan pencarian dianggap gagal karena tim gabungan Basarnas yang menyisir daratan dan memantau dari udara belum menemukan tanda-tanda titik hilangnya pesawat.
“Kita gagal dalam operasi pencarian hari pertama ini. Besok pagi akan kita lanjutkan lagi dengan memperluas area pencarian,” ujar Bambang didampingi Deputi Operasional Basarnas, Marsekal Muda Sudipo Handoyo, dan pejabat Kementerian Departemen Perhubungan, Agus, Sabtu (3/10/2015).
Pencarian terhambat karena lokasi pencarian 80 persen adalah wilayah pegunungan, perbukitan, dan jurang terjal. Ditambah cuaca berkabut, khususnya di sektor tiga dan empat, yang tidak memungkinkan pesawat mencari.
(Baca:
Pencarian Aviastar Diperluas)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)