Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Belasan Kapal Rute Tanjungpinang-Batam Berhenti Beroperasi

Nasional stok bbm
Anwar Sadat Guna • 05 Desember 2019 15:23
Batam: Belasan kapal feri yang melayani rute Kota Tanjungpinang-Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau berhenti beroperasi, Kamis, 5 Desember 2019. Pasokan BBM habis disebut jadi penyebab.
 
"Hari ini kapal-kapal kami tidak jalan. Tiba-tiba pasokan BBM habis dan tak tersedia. Kami sudah sampaikan hal ini ke Pertamina," ungkap pengelola kapal MV Oceanna, Fendi, kepada Medcom.id, Kamis, 5 Desember 2019.
 
Fendi mengungkap kapal-kapal masih berada di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pertamina terkait kosongnya pasokan BBM untuk agen pelayaran di Tanjungpinang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami belum dapat informasi lanjutan lagi mengapa pasokan bagi kami nggak ada untuk hari ini. Biasanya kami dapat pasokan BBM dari TBBM Kijang antara sembilan ton hingga 13 ton, bahkan lebih. tetapi hari ini enggak ada," ungkapnya.
 
Pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Pertamina soal ketersediaan BBM jenis solar subsisi tersebut. Fendi berharap pasokan BBM dari Pertamina segera tiba, agar kapal bisa segera beroperasi lagi.
 
"Selama ini kami mendapatkan pasokan dari Kijang. Kalau enggak dari Kijang, didatangkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina yang ada di Batam," ujarnya.
 
Selain MV Oceanna dan Baruna Jaya, MV Marina juga tak beroperasi. Akibatnya banyak penumpang yang terlantar di dua pelabuhan, pelabuhan Punggur maupun Batam.
 
Unit Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Roby Hervindo menjelaskan pasokan BBM solar subsidi bagi tiga agen di Batam diperoleh dari BPH Migas, bukan dari Pertamina. Sehingga bukan menjadi tanggungjawab Pertamina.
 
"Ada kemungkinan dikarenakan kuota BBM solar bersubsidi dari BPH Migas sudah habis, dan mungkin hal ini kurang terkomunikasikan dengan baik. Padahal persediaan kita masih ada di TBBM Kabil dan Kijang," ujar Roby.
 
Namun, kata Roby, pihaknya tidak bisa serta merta memindahkan pasokan BBM ke tiga agen pelayaran tersebut. Pihaknya harus berkoordinasi dengan stakeholder terkait.
 
Dia berharap pemerintah daerah bisa berperan dengan menyurat kepada BPH Migas. Sehingga kuota BBM tiga agen pelayaran tersebut ditambah.
 
"Jika sudah ada surat resmi ke BPH Migas, dari situ maka Pertamina bisa mendistribusikan BBM solar subsidi tersebut," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif