Seorang petani menyirami lahan pertanian kacang miliknya menggunakan air dari sumur bor di Gumukrejo, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.
Seorang petani menyirami lahan pertanian kacang miliknya menggunakan air dari sumur bor di Gumukrejo, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.

42 Desa di Boyolali Kesulitan Air Bersih

Nasional musim kemarau
Antara • 12 Juli 2019 20:03
Boyolali: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyalurkan bantuan air bersih ke delapan kecamatan yang mengalami kekeringan selama kemarau.
 
"Ada 42 desa yang tersebar di delapan kecamatan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih selama musim kemarau saat ini," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo di Boyolali, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Bambang menjelaskan Pemkab Boyolali menyiapkan anggaran untuk pengadaan air bersih sebanyak 628 tangki air bersih yang dikelola oleh BPBD dan Bagian Kesra untuk menyalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami dalam droping air bersih ke wilayah Boyolali Utara dengan tujuh armada tangki ukuran 6.000 liter," jelas Bambang.
 
Delapan kecamatan yang membutuhkan bantuan air bersih itu, yakni Wonosegoro, Kemusu, Juwangi, Karanggede, Wonosamodro, Klego, Tamansari, dan Musuk.
 
Bambang kembali mengatakan BPBD Kabupaten Boyolali, para pemangku kepentingan dikumpulkan untuk memberi bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak musim kemarau pada saat ini.
 
Pemkab Boyolali menetapkan masa tanggap darurat kekeringan di Boyolali sejak 1 Juli hingga 31 September 2019. Pihaknya bekerja sama dengan stakeholder telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
 
"Kami tahun ini, telah menetapkan 42 desa di delapan kecamatan yang masuk dalam kategori tanggap darurat kekurangan air bersih," beber Bambang.
 
Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis persediaan 628 tangki air bersih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang mengalami kekeringan di 42 desa.
 
Karena, bantuan air bersih selain dari pemerintah daerah, juga datang dari donatur yang diperkirakan mencapai sekitar 300 tangki sehingga totalnya sekitar 928 tangki air.
 
"Jumlah itu, diharapkan cukup untuk membantu warga di daerah yang kekurangan air bersih," pungkas Bambang.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif