Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung (tengah). (Foto: Medcom.id/Patricia Vicka)
Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung (tengah). (Foto: Medcom.id/Patricia Vicka)

BPNT Dijadikan Pemantik Peningkatan Ekonomi Daerah

Nasional Bantuan Pangan Nontunai
Patricia Vicka • 11 Oktober 2019 20:14
Yogyakarta: Kementerian Sosial telah mengubah program Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Kehadiran BPNT diyakini mampu menjadi pemantik pergerakan ekonomi masyarakat di daerah.
 
Direktur Jendral Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan pergantian ini sudah mulai diterapkan sejak September 2019.
 
"Sudah kami terapkan di 202 wilayah di luar Pulau Jawa," ujar Andi usai memberi materi dalam Seminar Hasil Penelitian Program KUBE di Hotel Sheraton Yogyakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia yakin program BPNT lebih mampu mempercepat peningkatkan perekonomian di wilayah. Pasalnya seluruh barang-barang yang dibeli oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berada di wilayah tersebut. Hal ini sudah nampak di Pulau Jawa yang sudah menetapkan BPNT sejak beberapa tahun lalu
 
"Hasil penelitian ada perputaran ekonomi diwilayah. Karena semua bahan- bahan lokal. Sehingga uang muternya didaerah,"kata dia.
 
Andi menilai BPNT juga lebih memudahkan masyarakat dalam berbelanja ketimbang rastra. Sebab dalam program BPNT pemerintah memberikan uang sebesar Rp110 ribu per bulan. Masyarakat bebas memilih produk yang ia butuhkan di warung-warung yang sudah bekerja sama dengan pemerintah.
 
Kemensos menggandeng Perum Bulog melalui kerja sama dengan e-Warong (e-Warong KUBE, agen bank, dan RPK mitra Bulog), dan Himpunan Bank daerah (Himbara) sebagai pemasok bahan pangan beras dan telur, terutama di daerah non penghasil beras.
 
Saat ini, lanjut Andi pihaknya masih menyempurnakan infrastruktur BPNT di wilayah terpencil. Bagi wilayah yang susah jaringan dan sinyal, Kemensos mengaplikasikan perlakuan khusus.
 
"Di wilayah blankspot seperti di kepulauan Indonesia Timur, kita siapkan mesin EDC offline,"kata dia.
 
Berdasarkan data Kemensos ada 5,6 juta KPM di 202 Kabupaten yang berubah bantuan dari Rastra menjadi BPNT.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif