Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo di Jayapura, Rabu, 3 Desember 2019. Medcom.id/Roy Ratumakin
Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo di Jayapura, Rabu, 3 Desember 2019. Medcom.id/Roy Ratumakin

Pembangunan Jalan Trans Papua Tetap Dilanjutkan

Nasional Trans Papua
Roylinus Ratumakin • 04 Desember 2019 15:29
Jayapura: Pembangunan jalan Trans Papua tetap dikerjakan walau dalam perjalanannya mendapat gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Gangguan KKB yang paling fenomenal terjadi pada 1 Desember 2018 lalu dimana sejumlah pekerja PT Istaka Karya dibantai di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.
 
"Presiden Jokowi mempunyai terobosan baru untuk meningkatkan konektivitas antara daerah dan dipastikan akan tuntas pada 2020 mendatang," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo di Jayapura, Papua, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Wempi menjelaskan, untuk memperlancar pembangunan jalan Trans Papua harus ada dukungan dari semua stakeholder. Menurut Wempi seluruh pihak terkait harus bahu-membahu dalam pembangunan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sinergitas antar instansi dan masyarakat sangat diperlukan demi menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut," jelas Wempi.
 
Sementara terkait dengan sejumlah jembatan di beberapa titik rawan gangguan KKB yang dikerjakan oleh pihak TNI, Wempi menilai hal tersebut wajar dan tidak menjadi akar persoalan kesenjangan di daerah pegunungan.
 
"Tidak semua pekerja dilakukan oleh TNI. Kami akan mengevaluasi semua pekerjaan. Tetapi ke depan mungkin akan kami hentikan kontrak dengan Istaka dan Brantas, nanti akan kami atur apakah TNI penuh di sana, karena situasi sekarang ini banyak rekanan yang khawatir kerja di sana," ungkap Wempi.
 
Sementara Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun, mengatakan tahun ini TNI sudah terlibat untuk mendukung pembangunan ruas jalan Wamena (Kabupaten Jayawijaya) - Mbua (Kabupaten Nduga).
 
"Itu kemarin kerja sama antara kontraktor yang sudah bekerja kemudian masuk TNI untuk mendukung keamanan," kata Osman.
 
Menurut Osman sebagian besar kontraktor yang biasa memperoleh pekerjaan di wilayah rawan merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada. Untuk itu sangat dimungkinkan pekerjaan-pekerjaan di daerah rawan KKB akan diserahkan kepada pihak TNI agar target terhubungnya jalan Trans Papua pada 2020 bisa tercapai.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif