Petani menggarap garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Rofahan)
Petani menggarap garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Medcom.id/Rofahan)

Harga Garam Petani Anjlok Disebut karena Impor

Nasional harga garam impor garam
Ahmad Rofahan • 11 Desember 2019 16:03
Cirebon: Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M Lutfi, menyebut harga garam petani di Cirebon, Jawa Barat, anjlok lantaran adanya impor. Garam impor membuat garam hasil produksi petani dihargai sangat rendah.
 
"Masuknya garam impor membuat harga garam anjlok," ujar Lutfi, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Menurut Lutfi, harga garam petani di Cirebon sudah sangat jauh dari kata wajar. Bahkan garam hasil produksi petani hanya diberi harga Rp70 per kilogram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal harga garam paling minim itu idealnya Rp500 per kilogram," kata dia.
 
Ismail Marzuki, 33, salah satu petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, meminta pemerintah menyetop impor garam. Ia mengatakan banyak garam petani tak laku dijual.
 
Menurut dia, jika garam petani tidak masuk dalam standar garam industri, ia meminta pemerintah memberikan solusi berupa pelatihan atau bantuan alat.
 
"Bukan melakukan impor garam," ujar Ismail.
 
Ismail mengatakan, para petani sanggup untuk memproduksi garam sesuai dengan standar garam industri. Namun, karena ketidak tersediaan alat, petani pasrah.
 
"Kalau kita dibantu geomembran dan alat lainnya, kita sanggup produksi garam industri," ujar Ismail.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif