Kebun pembibitan Kabupaten Jepara. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani
Kebun pembibitan Kabupaten Jepara. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

DLH Jepara Bagikan 388 Ribu Bibit Tanaman

Nasional kehutanan
Rhobi Shani • 25 November 2019 13:57
Jepara: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, membagikan 388 ribu bibit tanaman. Bibit dibagikan gratis untuk masyarakat.
 
Kepala DLH Kabupaten Jepara, Farikha Elida, mengatakan bibit tanaman yang dibagikan kepada masyarakat didominasi bibit tanaman keras. Yakni bibit tanaman pohon sengon, jati, trembesi, elo, dan mahoni.
 
"Lima puluh persen lebih tanaman keras. Sisanya baru tanaman buah seperti durian, alpukat, nangka, pete, mato dan beberapa tanaman buah lainnya dan tanaman buah karena baru dirintis," ujar Elida, Senin, 25 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bibit tanaman keras lebih banyak jumlahnya lantaran DLH mengarah pada program konservasi. Wilayah yang disasar pembagian bibit meliputi daerah-daerah di seputar lereng gunung Muria. Itu seperti Kecamatan Batealit, Bangsri, Kembang, Keling, dan Mayong.
 
"Prioritas penanganan lahan kritis di lereng-lereng Muria. Target kami pemulihan lahan kritis termasuk lahan krisis air," kata Elida.
 
Bibit tanaman keras seperti trembesi dan elo akan ditanam di sepanjang daerah aliran sungai di daerah krisis air. Dua jenis tanaman itu jumlahnya sengaja diperbanyak. Mengingat, trembesi dan elo baik untuk menyimpan cadangan air dalam tanah.
 
"Serapan CO2 trembesi itu banyak itu sebabnya kami perbanyak," ungkap Elida.
 
Kasi Pengendalian Kerusakan dan Pengembangan Kapasitas Pemulihan pada DLH Jepara, Duddy Ika Kurniawan, mengatakan pemulihan lahan kritis tidak hanya menyasar pada wilayah dataran tinggi, tapi juga di pesisir pantai. Tahun depan ada empat titik yang jadi target pemulihan lahan kritis di wilayah pantai. Yaitu Ujungwatu, Mororejo, Bulak, dan Tanggul Tlare.
 
"Daerah-daerah itu abrasinya besar. Tahun depan akan jadi prioritas," tandas Elida.
 
Tanaman yang akan ditanam di wilayah pantai yaitu mangrove, cemara, dan ketapang. Saat ini bibit-bibit tanaman tersebut sudah ada namun jumlahnya masih sedikit.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif