Dua warga negara Rusia didampingi petugas dalam konferensi pers di Jayasabha Denpasar, Bali, Jumat (6/05/2022). ANTARA-HO-Kemenkumham Bali
Dua warga negara Rusia didampingi petugas dalam konferensi pers di Jayasabha Denpasar, Bali, Jumat (6/05/2022). ANTARA-HO-Kemenkumham Bali

Bule Rusia yang Pose Bugil Masuk Daftar Cekal Imigrasi

Nasional WNA pulau bali rusia asusila Video Viral
Antara • 06 Mei 2022 23:29
Denpasar: Kepala Kantor Imigrasi kelas I TPI Denpasar Tedy Riyandi menyebutkan dua warga negara asing (WNA) asal Rusia yang viral karena membuat foto tanpa busana di objek wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Tabanan, masuk dalam daftar cekal.
 
"Dari hasil pemeriksaan terhadap WNA tersebut, mereka melakukan kegiatan membahayakan ketertiban umum dan tidak menghormati peraturan yang berlaku," kata Tedy Riyanddi Denpasar, Bali, Jumat, 6 Mei 2022.
 
Dikatakan pula keduanya akan dideportasi dan dimasukkan namanya dalam daftar cekal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
 
Ia menyebutkan nama dua WNA tersebut, yakni Alina Fazleeva dan Amdrei Fazleev. Mereka merupakan investor yang mendirikan PT Art Planet Evolution yang bergerak dalam bidang pakaian dan alat musik.
 
Baca: Gubernur Bali Tolak Permintaan Maaf Bule Rusia yang Bugil di Pohon Sakral
 
Pasangan suami istri ini masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 2020 dan yang kedua pada November 2021 dengan tujuan untuk berlibur dan berinvestasi.
 
Selama pemeriksaan, kata dia, diakui oleh keduanya foto viral yang diunggah dalam akun instagram pribadi milik Alina Fazleeva adalah dirinya. Mereka melakukan hal itu pada 1 Mei 2022 di Obyek Wisata Kayu Putih Banjar Dinas Bayan, Desa Tua, Tabanan.
 
"Mereka mengaku tidak tahu bahwa pohon itu adalah tempat yang disucikan di Bali dan yang bersangkutan mengaku tidak bermaksud untuk tidak menghormati budaya Bali karena motifnya hanya ingin foto dengan tema menyatu bersama alam," katanya.
 
Menurut mereka, foto seperti itu masuk ke dalam seni dan menjadikannya dokumentasi pribadi bukan komersial. Mereka mengaku melakukan perbuatan tersebut secara sadar dan murni karena kehendak sendiri tanpa paksaan orang lain.
 
Akibat dari kejadian tersebut, pada hari Jumat, 6 Mei di Desa Tua, Tabanan mereka mengikuti prosesi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada peraturan adat yang berlaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif