Polisi menyita ratusan gas elpiji bersubsidi dan non subsidi di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara di Jalan Sukamiskin, Kota Bandung
Polisi menyita ratusan gas elpiji bersubsidi dan non subsidi di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara di Jalan Sukamiskin, Kota Bandung

Komplotan Penyelewengan Gas Elpiji Bersubsidi Dibekuk

P Aditya Prakasa • 28 Juni 2022 17:07
Bandung: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menangkap lima orang tersangka penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi 3 kg ke tabung gas nonsubsidi 12 kg. Kelima tersangka  berinisial RP, SMS, LMP, AS, dan HS, ditangkap di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada 5 Juni 2022.
 
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim mengatakan, tiga pelaku di antaranya bertugas memindahkan isi tabung gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram. Setelah dilakukan pengembangan, dua orang lainnya ditangkap.
 
"Di TKP 3 orang sedang melakukan pengisian bahan bakar elpiji dari tabung 3 kilogram bersubsidi ke tabung 12 kilogram nonsubsidi, dilakukan pengembangan didapat petugas 2 tersangka lain," kata Ibrahim di Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara di Jalan Sukamiskin, Kota Bandung, Selasa, 28 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan, tersangka HS dan AS berperan sebagai pemodal tidak memiliki izin usaha dan membeli gas elpiji 3 kg dari pangkalan resmi atau warung-warung warga. Mereka membeli gas elpiji 3 kg dengan harga Rp18 ribu. 
 
"Gas elpiji 3 kilogram dipindah ke tabung gas 12 kilogram, tiap tabung 12 kilogram diisi dengan empat tabung 3 kilogram," katanya.
 
Baca juga: Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET, Siap-siap Kena Sanksi

Ibrahim menjelaskan. dari empat tabung gas elpiji 3 kilogram yang dimasukkan ke tabung gas 12 kilogram, biaya yang dibutuhkan para pelaku sebesar Rp72 ribu. Namun setelah isi dipindahkan ke tabung gas 12 kilogram, pelaku menjual Rp120 ribu per tabung.
 
"Ada selisih keuntungan dari (pemindahan gas) subsidi. Gas-gas tersebut dijual ke wilayah Subang, Jakarta, dan Bogor. Dalam sehari mereka menghasilkan 80 tabung 12 kilogramyang kalau dikalkulasikan Rp115 juta per bulan keuntungan. Para pelaku mulai melakukan tindak kejahatan tersebut sejak Maret 2022," kata dia.
 
Dia menambahkan total gas elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram serta 50 kilogram yang diamankan mencapai 3.000 lebih tabung. 
 
Wadirkrimsus Polda Jabar AKBP Roland Ronaldy mengatakan penangkapan terhadap para pelaku kejahatan yang memindahkan gas subsidi ke gas non subsidi mengakibatkan kerugian negara Rp8 miliar. 
 
"Sebesar Rp8 miliar subsidi pemerintah yang berhasil diamankan (diselamatkan)," katanya.
 
Akibat perbuatan para tersangka dijerat pasal 55 paragraf 5 tentang energi dan sumber daya mineral UU nomor 11 tahun 2020 dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp60 miliar. Selain itu pasal 62 junto pasal 8 ayat 1 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar. 

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif