Satreskrim Polres Aceh Barat Daya Abdya menggagalkan transaksi jual beli organ tubuh satwa liar yang dilindungi. Dokumentasi/ Istimewa
Satreskrim Polres Aceh Barat Daya Abdya menggagalkan transaksi jual beli organ tubuh satwa liar yang dilindungi. Dokumentasi/ Istimewa

Tiga Pelaku Perdagangan Satwa di Aceh Ditangkap

Fajri Fatmawati • 12 Februari 2022 16:36
Banda Aceh: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menggagalkan transaksi jual beli organ tubuh satwa liar yang dilindungi. Dalam operasi tersebut polisi menangkap tiga pelaku beserta barang bukti.
 
"Tiga orang pelaku kita tangkap beserta barang bukti berupa satu set tulang belulang harimau dan 343, 19 gram sisik tringgiling serta satu unit mobil Innova, di Desa Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Provinsi Aceh," kata Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, Sabtu, 12 Februari 2022.
 
Baca: Tiga Agenda Gubernur Jateng Selesaikan Masalah Wadas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun tiga pelaku yang ditangkap yakni YF, 46, warga Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, kemudian TN, 57, warga Desa Aur Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Aceh Selatan dan SB, 49, warga Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.
 
"Ketiga pelaku berhasil kita tangkap berkat informasi dari masyarakat bahwa mereka hendak melakukan transaksi jual beli tulang belulang harimau dan sisik tringgiling," jelasnya.
 
Ia mengatakan setelah mendapatkan informasi tim dari Satreskrim Polres setempat melakukan koordinasi dengan pihak Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Blangpidie untuk melakukan pemetaan lokasi yang dijadikan tempat transaksi.
 
"Sesampai disana, tim kita melakukan pengintaian dan setelah para pelaku masuk ke lokasi tempat transaksi ketiga pelaku langsung kita tangkap," ungkapnya.
 
Kepada polisi pelaku mengaku tulang belulang harimau tersebut hasil jeratan di kawasan Aceh Selatan. Pihaknya menjelaskan tulang harimau yang berjumlah satu set itu terdiri dari tulang indukan dan anaknya diperkirakan berusia satu bulan.
 
"Akan tetapi dari pengakuan pelaku, mereka mengaku melakukan pemasangan jerat babi, namun yang terjerat harimau. Kita juga berhasil mengamankan jeratan tersebut," bebernya.
 
Berdasarkan pengakuan pelaku, jual beli tulang harimau baru pertama kali dilakukan. Bahkan ketiga pelaku belum menemukan jaringan untuk memasarkan tulang satwa dilindungi itu.
 
Sementara itu, kerugian dari barang bukti yang akan dijual senilai Rp150 juta. Atas perbuatan mereka, ketiga pelaku melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf Jo pasal 40 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda sebanyak 100 juta rupiah.
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif