Kepala Polres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan (kanan) didampingi Kasat Rekrim AKP Tarjono Sapto N. (kiri) saat memberikan keterangan kasus penipuan dokter gadungan dalam konferensi Pers di Mapolres Sukoharko, Selasa (11/1/2022). ANTARA/Bambang Dwi M
Kepala Polres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan (kanan) didampingi Kasat Rekrim AKP Tarjono Sapto N. (kiri) saat memberikan keterangan kasus penipuan dokter gadungan dalam konferensi Pers di Mapolres Sukoharko, Selasa (11/1/2022). ANTARA/Bambang Dwi M

Modus Calo CPNS, Dokter Gadungan di Sukoharjo Dibekuk

Antara • 11 Januari 2022 14:57
Sukoharjo: Santuan Rekrim Polres Sukoharjo, Jawa Tengah, menahan seorang pelaku kasus penipuan dengam modus berpura-pura menjadi dokter spesialis bedah kandungan yang berdinas di sebuah rumah sakit. Ia menipu dan menjanjikan korbannya menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayah hukumnya.
 
Tersangka dokter gadungan tersebut yakni Priyono Broto Atmojo ,47, warga Dukuh Puro, Desa/Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen. Pelaku kini ditahan di Mapolres Sukoharjo untuk pemeriksaan lebih lanjut'
 
"Peristiwa penipuan dan penggelapan dengan tersangka Priyono tersebut berawal pelaku datang ke rumah korban, Aditya Wahyu, di Dukuh Tlogorejo Desa Bulakan, Sukoharjo, pada Oktober 2021," ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, dalam konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Selasa, 11 Janujari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku sebagai seorang dokter spesialis bedah dan kandungan yang berdinas di RSUD Jebres Solo Pelaku mengaku skep dokter masih di tempat praktik sebelumnya yakni di Tegolyoso Karanganyar. Yang bersangkutan datang kepada korban mengaku sebagai dokter ditemani oleh teman wanitanya, yang kebetulan kenal dengan ibu korban.
 
Baca: Kebakaran Gedung DPRD Batam, Ruang Fraksi Hanura ikut Ludes
 
Dia menawarkan bantuan kepada korban untuk menjadi CPNS yang nantinya ditempatkan di RSUD Sukoharjo. Sehingga korban merasa tertarik dan dijanjikan menjadi pegawai negeri sipil di RSUD Sukoharjo.
 
Menurut Wahyu, yang bersangkutan berdalih untuk beberapa keperluan administrasi meminta uang kepada korban secara bertahap mulai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu dengan bukti kuintansi yang totalnya mencapai sekitar Rp5 juta.
 
Korban curiga karena pelaku tidak bisa memenuhi janjinya memasukkan sebagai PNS. Pelaku ternyata bukan seorang dokter dan hanya dokter gadungan untuk mengelabuhi korbannya. Kejadian ini, korban kemudian melaporkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut, pada 2 Desember 2021.
 
Polisi akhirnya menyelidiki terhadap kasus penipuan dan penggelapan tersebut dan pelaku dibekuk , di rumahnya ,pada akhir Desember 2021 dan kini ditahan di Mapolres Sukoharjo.
Korbannya tidak hanya satu orang tetapi masih ada dua orang lainnya.
 
Tersangka Priyono ini, ternyata seorang residivis kasus yang sama, pada 2017. Polisi juga  mengumpulkan barang bukti yakni berupa 8 lembar kuintasi penyerahan uang, bahan kain warna biru dua meter, pakaian untuk operasi dokter, satu pasang sepatu, bahan kain untuk seragam pegawai, dan satu unit sepeda motor.
 
Atas perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 378 atau pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman tindak pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp900 ribu.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif