Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Humas Pemprov Jateng.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Humas Pemprov Jateng.

Jateng Raih Opini WTP, Masalah Aset dan Piutang Pajak Disorot

Mustholih • 25 Mei 2022 13:56
Semarang: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2021. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerima laporan hasil pemeriksaan BPK tersebut dalam sidang Paripurna DPRD Jateng.
 
"Pemeriksaan keuangan merupakan bagian dari tugas BPK dan tujuanna dilakukan untuk memberikan opini atas kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan," kata Kepala Perwakilan BPK Jateng, Ayub Amali, Semarang, Jateng, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Meski BPK memberi opini WTP kepada Pemprov Jateng, Ayub memberi catatan yang masih perlu menjadi perhatian. Antara lain, masalah penatausahaan aset tetap dan penyajian piutang pajak kendaraan bermotor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BPK berharap laporan hasil pemeriksaan yang disampaikan dapat bermanfaat bagi perbaikan pengelolaan APBD," ujar Ayub.
 
Baca: Pemkab Banggai Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-turut
 
Raihan opini WTP ini merupakan yang kesebelas kalinya yang diterima Pemprov Jateng. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku capaian opini WTP ini tidak lepas dari peran seluruh stakeholder di Jawa Tengah termasuk DPRD.
 
“Bukan berarti kita asyik-asyik saja, asoy-asoy saja, tidak. Ada beberapa catatan tadi yang diberikan pada kita bagaimana pengelolaan aset kita,” jelas Ganjar.
 
Menurut Ganjar, masalah penatausahaan aset tetap yang disorot BPK, terkait infrastruktur. Ganjar mengaku akan menggandeng BPK untuk melakukan sertifikasi aset guna memperbaiki kinerja Jateng.
 
“Improvemennya adalah memperbaiki sistem, semua harus berbasis data. Maka datanya mesti clear and clean dulu, baru kemudian treatment yang ada,” terang Ganjar.
 
Catatan dari BPK menjadi koreksi untuk Pemprov Jateng. “Bantuan dari kawan DPRD menurut saya penting untuk pemerintah karena kontrol tahap pertahap, waktu perwaktu setiap kali mereka reses, mungkin menjadi catatan agar kita tidak offside,” tegas Ganjar.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif