Pintu Tol Singosari, Jalan Tol Pandaan-Malang.  Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Pintu Tol Singosari, Jalan Tol Pandaan-Malang. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Investasi Tol Pandaan-Malang Balik Modal 23 Tahun Lagi

Nasional infrastruktur jalan tol transjawa Tol Trans-Jawa
Daviq Umar Al Faruq • 09 Agustus 2019 18:20
Malang: PT Jasa Marga Pandaan-Malang (JPM) mengeluarkan biaya investasi sebesar Rp5,97 triliun untuk membangun Jalan Tol Pandaan-Malang. Jumlah investasi tersebut diperkirakan baru balik modal sekitar 23 tahun lagi.
 
Direktur Utama PT JPM, Agus Purnomo mengatakan Jalan Tol Pandaan-Malang telah resmi bertarif per 9 Agustus 2019. Tol yang baru beroperasi untuk Seksi I hingga Seksi III ini dikenai tarif sebesar Rp 892 per kilometernya.
 
"Dengan tarif itu, kurang lebih sekitar 13 tahun kami bisa membiayai bunga dan pokok investasi yang telah dikeluarkan. Tapi kami sudah benar-benar nggak punya hutang sekitar 23 tahun lagi," katanya saat dikonfirmasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada lima golongan kendaraan yang diberlakukan tarif di jalan tol Pandaan-Malang, yaitu golongan I, II, III, IV dan V. Namun, tarif tol hanya ditentukan dalam tiga golongan saja.
 
Misalnya, dari Pandaan menuju Singosari, golongan I harus membayar Rp 27.500. Lalu golongan II dan III membayar Rp 41.500. Sedangkan golongan IV dan V membayar Rp 55.000.
 
"Tarif masing-masing golongan kendaraan dibedakan karena mempunyai impact yang berbeda-berbeda terhadap jalan," bebernya.
 
Tarif tersebut diakui Agus sudah berdasarkan hasil survei saat uji kelayakan jalan tol. Pihaknya pun mengklaim bahwa besaran tarif ini sudah disesuaikan dengan kemampuan para pengguna jalan.
 
"Kita tentukan tarif segitu karena nggak boleh untung banyak-banyak juga. Tapi kami akan mengajukan untuk pembaruan tarif setiap dua tahun sekali untuk menyesuaikan inflasi," ungkapnya.
 
Tol Pandaan-Malang Seksi V Target Rampung November
 
Jalan Tol Pandaan-Malang ditargetkan rampung pada November 2019 mendatang. Saat ini, hanya Seksi I-III yang sudah beroperasi, sedangkan Seksi IV-V masih dalam proses pembangunan.
 
Anggota BPJT unsur Kementerian PUPR, Agita Widjajanto mengatakan proses pembangunan Seksi IV sebenarnya sudah selesai saat ini. Namun, ruas tersebut masih harus menjalani uji layak fungsi.
 
"Seksi IV baru selesai. Tapi masih uji layak fungsi agar sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan oleh Kementerian PUPR," katanya.
 
"Harus disesuaikan dengan perundang-undangan terkait. Di cek dulu sebelum nanti digunakan pengguna jalan," imbuhnya.
 
Agita menambahkan untuk Seksi V hingga saat ini masih dalam proses pembangunan. Targetnya, ruas ini baru selesai dibangun pada November mendatang.
 
"Ya kami berharap pada liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru) nanti, tol ini sudah bisa digunakan semuanya oleh para pengguna jalan," ungkapnya.
 
Sementara itu, rencananya ada empat rest area di Jalan Tol Pandaan-Malang, yakni dua di kilometer 66 dan dua di kilometer 84. Keempat rest area ini masih dalam proses pengerjaan kontruksi. Dalam waktu dekat, dua dari empat rest area ditargetkan segera rampung.
 
Sebagai informasi, Jalan Tol Pandaan-Malang telah diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Mei 2019. Selanjutnya tol ini mulai dioperasikan tanpa tarif mulai 14 Mei 2019 pukul 07.00 WIB. Namun, jalur yang sudah dapat beroperasi hanya tiga seksi saja dari total lima seksi.
 
Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki lima seksi sepanjang 38,48 kilometer. Antara lain, Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 kilometer, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8,050 kilometer dan Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,1 kilometer.
 
Selanjutnya, Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer dan Seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,113 kilometer. Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang ini sendiri dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Pandaan-Malang dengan investasi sebesar Rp 5,97 triliun.
 
Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan dapat menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang yang banyak memiliki tempat wisata. Kehadiran ruas tol diharapkan pula bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya.
 
Sebab, selama ini, perjalanan dari Surabaya ke Malang pada jam padat, bisa mencapai empat hingga enam jam. Dengan melalui jalan tol ini, waktu tempuhnya bisa kurang dari satu jam.
 
Jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Surabaya-Malang ini juga memiliki pemandangan alam yang indah di kanan kiri jalan. Terutama di rest areanya yang berhadapan langsung dengan Gunung Semeru di sisi timur, Gunung Arjuna sisi barat, Gunung Kawi di sisi barat daya, dan ditambah Gunung Penanggungan.

 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif