Suasana kepadatan kendaraan saat pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Suasana kepadatan kendaraan saat pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/10/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Jalur Puncak Akan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Baru

Nasional lalu lintas Penataan Kawasan Puncak
Rizky Dewantara • 06 Oktober 2019 11:21
Bogor: Badan Pengelola Trasportasi Jabodetabek (BPTJ) akan melakukan rekayasa lalu lintas kanalisasi 2-1 di Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat dari Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari Indonesia (TSI). Uji coba tersebut mulai dilakukan pada Minggu, 27 Oktober 2019 mendatang.
 
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan sistem kanalisasi di jalur Puncak Bogor, Jawa Barat tersebut untuk memberikan akses kepada masyarakat yang selama ini terbelenggu sistem satu arah (oneway).
 
"Kami sudah lakukan pembahasan dengan pemerintah daerah Bogor, kepolisian dan masyarakat kemudian diformulasikan rekayasa lalu lintas ini dengan sistem kanalisasi 2-1," kata Bambang di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan pada sistem kanalisasi ini arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya tetap bisa berjalan. Hanya saja nantinya Jalur Puncak akan terbagi dalam tiga lajur dengan kombinasi 2-1. Uji coba ini hanya akan diberlakukan mulai dari Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari Indonesia (TSI).
 
Bambang kembali mengatakan untuk menyiasati kendaraan yang memutar balik atau keluar masuk di kawasan puncak akan dibuat interchange di beberapa titik keramaian dan ditempatkan beberapa petugas.
 
"Uji coba akan dilakukan selama satu bulan dan hanya saat akhir pekan saja. Nantinya akan kembali dianalisis dan evaluasi bersama-sama, seberapa efektif kanalisasi dibanding oneway," jelas Bambang.
 
Menurut Bambang untuk jam diberlakukan rekayasa lalu lintas ini akan mengikuti sistem satu arah sebelumnya. Pagi hari diprioritaskan arus dari Jakarta menuju Puncak Bogor diberi dua lajur.
 
"Sedangkan arah sebaliknya hanya satu lajur yang akan dibatasi 1.000 traffic cone (kerucut). Begitu juga pada sore harinya," pungkas Bambang.
 
Sementara Bupati Bogor Ade Yasin Munawaroh mengaku sistem kanalisasi 2-1 untuk mengurangi kemacetan di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Sementara sistem satu arah yang sudah dilakukan selama 32 tahun tidak lagi akan diterapkan.
 
"Sistem one way selama ini sudah tidak diinginkan warga karena mengganggu aktifitas. Hal ini diungkapkan dari beberapa aspirasi warga yang tinggal di kawasan Puncak Bogor," kata Ade.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif