Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) pada 2020. Sejumlah strategi telah disiapkan untuk merealisasikan target tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad mengatakan pihaknya menggerakkan perlindungan terpadu berbasis masyarakat untuk menciptakan KLA utama.
"Target kami KLA utama tahun depan. Kami menggerakkan ibu-ibu PKK untuk meningkatkan pengawasan anak-anak di lingkungannya," kata Edy saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 30 Agustus 2019.
Edy menjelaskan selain itu dunia usaha sudah didorong untuk membentuk asosiasi pengusaha sahabat anak. Pihaknya juga menggalakkan orang tua untuk lebih perhatian dalam merawat dan manjaga anak.
Selain itu Pemkot akan segera membuka Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspemda) di kompleks Balaikota Yogayakarta. Masyarakat bisa berkonsultasi atau mendapatkan informasi seputar pengasuhan anak di Puspenda.
"Kami siapkan psikolog untuk masyarakat yang butuh konsultasi. Mulai buka akhir tahun 2019. Jam operationalnya seperti jam kerja ASN," jelas Edy.
DPMPPA Kota Yogyakarta turut akan menambah jumlah kampung ramah anak dan ruang terbuka ramah anak. Edy yakin target predikat Kota Layak Anak akan terrealisasi. Ia melihat masyarakat antisias untuk berpartisipasi mewujudkan predikat tersebut.
"Masyarakat kita siap dan mau ke arah itu. Ada beberapa kampung yang mengajukan diri membentuk Kampung layak anak," pungkas Edy.
Untuk bisa menyandang predikat ramah anak, daerah harus melewati empat tahap yakni predikat pratama, madya, nindya dan utama. Saat ini Kota Yogyakarta sudah menyandang predikat Nindya. Baru ada tiga daerah yang menyandang KLA utama yakni Kota Surabaya di Jawa Timur, Kota Surakarta di Jawa Tengah dan Kota Denpasar di Bali.
Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) pada 2020. Sejumlah strategi telah disiapkan untuk merealisasikan target tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad mengatakan pihaknya menggerakkan perlindungan terpadu berbasis masyarakat untuk menciptakan KLA utama.
"Target kami KLA utama tahun depan. Kami menggerakkan ibu-ibu PKK untuk meningkatkan pengawasan anak-anak di lingkungannya," kata Edy saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 30 Agustus 2019.
Edy menjelaskan selain itu dunia usaha sudah didorong untuk membentuk asosiasi pengusaha sahabat anak. Pihaknya juga menggalakkan orang tua untuk lebih perhatian dalam merawat dan manjaga anak.
Selain itu Pemkot akan segera membuka Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspemda) di kompleks Balaikota Yogayakarta. Masyarakat bisa berkonsultasi atau mendapatkan informasi seputar pengasuhan anak di Puspenda.
"Kami siapkan psikolog untuk masyarakat yang butuh konsultasi. Mulai buka akhir tahun 2019. Jam operationalnya seperti jam kerja ASN," jelas Edy.
DPMPPA Kota Yogyakarta turut akan menambah jumlah kampung ramah anak dan ruang terbuka ramah anak. Edy yakin target predikat Kota Layak Anak akan terrealisasi. Ia melihat masyarakat antisias untuk berpartisipasi mewujudkan predikat tersebut.
"Masyarakat kita siap dan mau ke arah itu. Ada beberapa kampung yang mengajukan diri membentuk Kampung layak anak," pungkas Edy.
Untuk bisa menyandang predikat ramah anak, daerah harus melewati empat tahap yakni predikat pratama, madya, nindya dan utama. Saat ini Kota Yogyakarta sudah menyandang predikat Nindya. Baru ada tiga daerah yang menyandang KLA utama yakni Kota Surabaya di Jawa Timur, Kota Surakarta di Jawa Tengah dan Kota Denpasar di Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)