Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kemeja putih) bersama pengurus PB Djarum dan atlet di GOR PB Djarum, Jati Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis, 12 September 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kemeja putih) bersama pengurus PB Djarum dan atlet di GOR PB Djarum, Jati Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis, 12 September 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani

Moeldoko: Tak Ada Eksploitasi di PB Djarum

Nasional bulu tangkis PB Djarum vs KPAI
Rhobi Shani • 12 September 2019 15:06
Kudus: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berkunjung ke Gedung Olah Raga (GOR) Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) Jati Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kunjungan Moeldoko untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan eksploitasi seperti yang ditudingkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
 
Kedatangan Moeldoko disambut Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. Moeldoko diajak keliling GOR untuk melihat segala fasilitas yang ada. Mulai dari fasilitas latihan, dapur umum, sampai asrama atlet. Moeldoko juga berdialog dengan sejumlah atlet binaan PB Djarum.
 
"Kalian harus semangat. Saya sampai jadi panglima karena punya semangat kuat. Saya dulu di Akabri nomor satu," kata Moeldoko di lokasi, Kamis, 12 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah melihat segala fasilitas yang ada di PB Djarum dan mendapat keterangan terkait segala program yang ada di Djarum Foundation, Moeldoko menyimpulkan bahwa tudingan yang dialamatkan KPAI tidak tepat.
 
"Awalnya saya mendengar ada pernyataan yang mengagetkan dari KPAI. Ini saya melihat langsung ke lapangan, mengecek satu per satu apakah ada kata-kata eksploitasi itu, (ternyata) tidak ada," ungkap Moeldoko.
 
Moeldoko memastikan tidak ada unsur eksploitasi dari segi apa pun di PB Djarum. Sebaliknya atlet binaan PB Djarum dididik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi juara. "Tidak ada pemanfaatan dari sisi apapun. Justru di sini adalah bagaimana mengeksploitasi kemampuan untuk menjadi seorang juara. Di sini eksploitasi positif ya untuk mendapatkan juara," jelas Moeldoko.
 
Menurut Moeldoko untuk menjadi juara butuh kerja keras. Namun, kerja keras itu tidak dimaknai sebagai bentuk eksploitasi. Moeldoko mengungkapkan atlet yang berdialog dengannya semuanya mengaku merasa senang di PB Djarum.
 
"Tadi semua (atlet) saya tanya satu per satu. Ya, merasa happy, merasa senang, merasa bangga, merasa bagian dari impiannya bisa terwujud. Impian besarnya nanti akan datang apabila pelatihan di sini nanti diikuti dengan baik," pungkas Moeldoko.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif