Tangerang: Sebayak 298 tenaga kerja asing (TKA) dari 46 perusahaan, berdomisili di Tangerang Selatan, Banten. Pemerintah Kota Tangsel memastikan segera mengklarifikasi perjalanan para TKA untuk mengantisipasi korona atau covid-19.
"Apakah ada yang pernah berangkat atau tidak ke luar negeri. Tunggu data," ungkap Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Balai Kota Tangsel, Serua, Rabu, 4 Maret 2020
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Tangsel, Yanti Sari, mengungkap ratusan TKA itu umumnya bekerja sebagai tenaga pendidik. Mereka berasal dari 29 negara.
"TKA asal Inggris yang paling banyak, berjumlah 92 orang, Filipina 55 orang, Australia 23 orang. Amerika Serikat, India dan Jerman ada 15 orang. Korea Selatan 14 orang, Tiongkok 11 orang, Singapura 8 orang," ucapnya
Kemudian, TKA asal Jepang, Kanada dan Malaysia masing-maisng tujuh orang. Irlandia enam orang, Taiwan tiga orang. Sedangkan Afrika Selatan, Belgia, Kenya, New Zealand dan Tajikistan masing-masing dua orang. Selanjutnya Azerbajian, Belanda, Bolivia, Bulgaria, Hongkong, Italia, Kazakhstan, Portugal, Spanyol dan Ukrania masing-masing satu orang.
"Untuk institusi yang terdapat TKA agar menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucap dia.
Dia menekankan institusi dan perusahaan yang memperkerjakan warga asing untuk selalu melakukan pemantauan. Terutama untuk TKA usap berpergian dari luar negeri.
"Kalau mereka TKA bekerja di kita, biasanya perusahaannya sudah bagus dalam memberikan fasilitas bagi karyawan," tandas Yanti.
Tangerang: Sebayak 298 tenaga kerja asing (TKA) dari 46 perusahaan, berdomisili di Tangerang Selatan, Banten. Pemerintah Kota Tangsel memastikan segera mengklarifikasi perjalanan para TKA untuk mengantisipasi korona atau covid-19.
"Apakah ada yang pernah berangkat atau tidak ke luar negeri. Tunggu data," ungkap Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Balai Kota Tangsel, Serua, Rabu, 4 Maret 2020
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Tangsel, Yanti Sari, mengungkap ratusan TKA itu umumnya bekerja sebagai tenaga pendidik. Mereka berasal dari 29 negara.
"TKA asal Inggris yang paling banyak, berjumlah 92 orang, Filipina 55 orang, Australia 23 orang. Amerika Serikat, India dan Jerman ada 15 orang. Korea Selatan 14 orang, Tiongkok 11 orang, Singapura 8 orang," ucapnya
Kemudian, TKA asal Jepang, Kanada dan Malaysia masing-maisng tujuh orang. Irlandia enam orang, Taiwan tiga orang. Sedangkan Afrika Selatan, Belgia, Kenya, New Zealand dan Tajikistan masing-masing dua orang. Selanjutnya Azerbajian, Belanda, Bolivia, Bulgaria, Hongkong, Italia, Kazakhstan, Portugal, Spanyol dan Ukrania masing-masing satu orang.
"Untuk institusi yang terdapat TKA agar menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucap dia.
Dia menekankan institusi dan perusahaan yang memperkerjakan warga asing untuk selalu melakukan pemantauan. Terutama untuk TKA usap berpergian dari luar negeri.
"Kalau mereka TKA bekerja di kita, biasanya perusahaannya sudah bagus dalam memberikan fasilitas bagi karyawan," tandas Yanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)