NEWSTICKER
Pedagang menunjukan bawang putih yang dijualnya di Pasar Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pedagang menunjukan bawang putih yang dijualnya di Pasar Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Harga Bawang Putih di Jateng Kembali Normal

Nasional Virus Korona Bawang Putih Impor Tiongkok
Mustholih • 12 Februari 2020 14:07
Semarang: Harga bawang putih di Jawa Tengah kembali normal setelah sempat melambung hingga mencapai Rp70 ribu per kilogram. Di pasar-pasar tradisional, harga bawang putih sudah kembali ke angka Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, mengatakan kenaikan tersebut dipicu akibat keterlambatan stok pesanan bawang putih dari Tiongkok dan sentimen negatif wabah virus korona.
 
"Stok pesanan Desember datang terlambat, sehingga Januari kosong," kata Arif Sambodo di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 12 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arif menjelaskan kenaikan ini juga dipicu penghentian impor bawang putih dari Tiongkok akibat wabah virus korona. Menurut Arif Sambodo, berita ini memancing sentimen negatif para pelaku pasar. "Mereka akan mencoba menghitung sampai stok berakhir, kira-kira akan datang lagi (kapan). Ada perhitungannya. in iefek psikologis," jelas Arif.
 
Namun arif Sambodo menegaskan sekarang harga bawang putih sudah kembali normal seperti sebelum isu virus korona merebak. Lagi pula kata Arif, stok bawang putih hingga akhir Februari sebenarnya sudah cukup melimpah di Jateng.
 
"Kemarin waktu kita sidak di salah satu distributor masih ada empat kontainer. Satu kontainer isinya 29 ton, berarti total ada 116 ton. Itu stok bulan ini khusus Semarang dan Surakarta. Di Semarang ada empat distributor. Dikalikan saja, 116 ton kali empat. Itu untuk kebutuhan akhir bulan, masih mencukupi," ungkap Arif.
 
Arif Sambodo berujar pekan ini Jawa Tengah juga sedang menunggu kedatangan pasokan bawang putih impor dari Tiongkok. "Minggu ini dibongkar di Surabaya," beber Arif.
 
Arif mengaku tidak akan mencari pihak yang bertanggung jawab atas kenaikan harga bawang putih di Jateng. Sebab, ada hikmah di balik kenaikan harga bawang putih tersebut. "Pertama kita jangan ketergantungan kepada satu negara. bayangkan 90 persen dari Cina. Kita harus cari alternatif seperti India atau Spanyol," terang Arif Sambodo.
 

 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif